Warga Sekitar Stasion Tagogapu Menyambut Baik Diaktifkan Kembali Jalur KA Cipatat-Padalarang

Stasion Tagog Apu desa Campakamekar Kecamatan Padalarang, Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Masyarakat  di Kabupaten Bandung Barat  menyambut baik wacana reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang yang digulirkan oleh Gubernur Jawa Barat,  Dedi Mulyadi.

Salah satu warga bernama Oman (74) warga, Kampung Pasar Kidul, RT03, RW01 Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, mengatakan bahwa, kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang dapat kembali menjadi salah satu pilihan utama khususnya bagi warga setempat saat akan pergi ke Kota Bandung maupun Cianjur.

“Kalau diaktifkan kembali ya terima kasih, jadi ke Kota Bandung lebih murah, ke Cianjur juga kan,” kata Oman saat ditemui di Stasiun Tagogapu, Padalarang, KBB, Rabu (16/04).

Oman menjadi salah seorang yang sempat merasakan langsung kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang. Saat itu, Oman setiap hari pergi ke Kota Bandung dengan menggunakan kereta api melalui stasiun Tagogapu.

“Dulu kerja di Nurtanio, ya naik kereta, kalau angkutan umum kan beberapa kali naik, ongkosnya mahal juga,” ujarnya.

Oman menuturkan, kehadiran angkutan kereta api Cipatat-Padalarang dapat menjadi alternatif utama bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke Kota Bandung maupun ke Cianjur hingga Sukabumi. Pasalnya, akses darat menuju ke Kota Bandung maupun ke Cianjur kerap kali dilanda kemacetan. Menggunakan angkutan umum berupa bus pun ongkosnya dinilai akan lebih mahal.

“Ya alhamdulillah, ongkosnya lebih murah, lebih cepat juga karena sering macet kan udah banyak mobil, motor. Jadi mengurangi kemacetan, ngirit juga,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Dede (52), warga lain yang tinggal di wilayah yang sama. Dede mendorong Dedi Mulyadi untuk tak berlama-lama dalam melakukan reaktivasi jalur kereta api Cipatat-Padalarang.

“Ya mudah-mudahan Pak Dedi bisa cepat mengaktifkan kembali (jalur kereta api Cipatat-Padalarang),” kata Dede. Dede mengaku rutin menggunakan kereta api Cipatat-Padalarang sebelum akhirnya dinonaktifkan di tahun 2013. Dia bersama keluarga menjadikan angkutan kereta saat bepergian ke Kota Bandung maupun ke Cianjur.

Pasalnya, ongkos menggunakan kereta lebih murah dibandingkan dengan menggunakan angkutan umum lain. “Murah kan, saya sering bawa keluarga, baik itu ke Bandung maupun ke Cianjur.

Tidak ada macet juga kalau pakai kereta,” tandasnya. Diketahui, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membahas wacana reaktivasi lima jalur kereta api dan melakukan pertemuan khusus bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, dan PT KAI, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (15/4/2025). Lima jalur yang akan direaktivasi itu diantaranya Banjar-Pangandaran-Cijulang sepanjang 82 kilometer, Cibatu-Garut-Cikajang sepanjang 47,5 kilometer, jalur Rancaekek-Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer, Cipatat-Padalarang sepanjang 17 kilometer dan Cikudapateuh (Bandung)-Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *