BANDUNGSATU.COM – Keberadaan proyek pembangunan wisata Eiger Camp di kawasan perkebunan teh Sukawana di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rupanya tak seram seperti yang terbayangkan tersiar viral di media sosial.
Berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, bagi warga sekitar pembangunan Eiger Camp memberi angin segar pada pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar dan perbaikan insfrastruktur wilayah tersebut.
Subianto, Ketua RW setempat dan juga sebagai tokoh masyarakat mengatakan bahwa pembangunan proyek Eiger Camp melibatkan warga sekitar dalam setiap progres pembangunannya.
Semua harapan warga dan adanya perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, serta penyerapan tenaga kerja menyambut baik, Eiger Camp pun, sudah mengantisipasi dampak bila terjadi bencana.
“Jadi masyarakat Cihideung dan Karyawangi ini kan terdiri dari lima RW. Dari dulu memimpikan jalan Sukawana itu diperbaiki. Kami sempat berharap tiga Badan Usaha Milik Negara yakni PTPN, PDAM dan Perhutani bisa melakukan perbaikan itu, tapi perbaikan jalan ini tidak terealisasi. Komitmen warga bersama Eiger Camp jelas jalan diperbaiki, lebih lebar dan ditambah dibuatkan drainasenya,”ujar Subianto, kepada awak media, Sabtu (12/04).
Dalam hal ini, warga setempat bersama Eiger Camp juga membuat komitmen agar komposisi tenaga kerja baik saat pembangunan maupun operasional setelah resmi dibuka diambil dari masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah saat ini hampir 100 persen tenaga sekuriti yang diminta oleh Eiger itu dari warga setempat, jumlahnya ada 10 orang dan bobo cabin itu tiga orang karyawan warga setempat semua. Selama pelaksanaan proyek pembangunan juga melibatkan masyarakat sekitar untuk pengerjaannya. Dan ke depannya akan ada lagi penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat,” terangnya.
Sejauh ini, lanjut Subianto, pembangunan Eiger Camp tidak pernah memantik keluhan warga, sebaliknya Eiger Camp sejak dini sudah memetakan dampak lingkungan dan sosial masyarakat sekitar.
“Progres pembangunan ini selalu berkoordinasi dengan masyarakat dan Alhamdulillah tidak ada yang komplain, baru dibangun jalan saja warga sudah senang karena impian sejak dulu. Apalagi jika sudah beroperasi warga meyakini akan memberi efek domino bagi ekonomi masyarakat,”ujarnya.
Terlepas dari polemik regulasi yang tengah mendera Eiger Camp, warga berharap proyek ini terus berjalan sesuai rencana karena warga optimis keberadaan Eiger Camp akan menjadi destinasi wisata dan akan memberi kontribusi ekonomi bagi warga sekitar dan pendapatan negara.
“Jadi menurut saya sangat disayangkan kalau proyek ini harus berhenti sebab ini adalah impian dari masyarakat yang akan terealisasi. Tolong masyarakat dari luar juga memahami kondisi ini, kalau lingkungan kami saja aman apalagi yang jauh. Kan logika sederhana,”ucapnya. (*)






