Tokoh Pendiri KBB, Eman Sulaeman: Berharap Pemerintah Daerah Memperhatikan Pengusaha Lokal, Jangan Menjadi ‘Penonton’

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Kamar Dagang Indonesia Bandung Bandung Barat (Kadin KBB) berharap agar Pemerintah Daerah KBB memperhatikan pengusaha lokal. Selain menjadi ’tuan rumah,’ pengusaha lokal jangan menjadi penonton saja, karena mereka bisa menjadi penghasil PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) yang besar, bila diberi  perhatian penuh oleh Pemda KBB

”Saya meminta untuk pemerintahan ada perhatian buat pengusaha-pengusaha lokal. Jangan sampai pengusaha lokal itu jadi penonton di rumahnya sendiri. Kita menganggap PAD dan bisa menjadikan perputaran uang di daerah sendiri dan kalau pengusaha lokal,itu kan PAD-nya pajak-pajaknya ke pemerintahan kita sendiri,” kata Tokoh Pendiri KBB  yang juga sebagai Dewan Pertimbangan Kadin KBB, Eman sulaeman.

Eman menyebut dengan diberikan ruang kepada pengusaha lokal agar lebih maju, maka perputaran urang tidak akan keluar dari daerah KBB. Dengan demikian pengusaha lokal bisa ’menghidupi’ wilayahnya sendiri.

”Berarti ada PAD-nya. Tapi kalau pengusaha luar, PAD kan nggak masuk ke Bandung Barat. Jadi siklus untuk perputaran uang ada di KBB,” tegas Eman.

Eman sendiri mengaku bahwa KADIN KBB, sebagai organinasi para pengusaha, selalu membuka ruang untuk para pengusaha lokal. Dari interaksi yang didapatkan, mereka, para pengusaha lokal itu sering mengeluh tidak ada yang bisa dikerjakan di Bandung Barat, karena mereka tidak diberdayakan Pemerintah daerah.

”Kalau kita memperkerjakan dan memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Bandung Barat.
Sedangkan KADIN itu kan wadah, wadah para pengusaha. Banyak pengusaha-pengusaha yang mengeluh tentang tidak adanya proyek-proyek, atau kebagian proyek-proyek di Bandung Barat. Kalau pengusaha lokal diperdayakan, PAD akan meningkatkan dari pajaknya. Juga pegawai-pegawainya juga masyarakat Bandung Barat yang diperkerjakan. Jadi ada perhatian khusus lah,” ungkap Eman.

“Bagi Bupati, emang siklus siapapun itu, stakeholder yang ada kegiatan untuk bisa memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal yang ada di Bandung Barat dengan wadah Kadin,” imbuh Eman.

Sementara itu Ketua Harian KADIN KBB, H. Mochammad Ilyas mengatakan, pertemuan KADIN KBB dengan para pengusaha lokal hari ini, Rabu, (15/04) di Bale Pare Kota Baru Parahyangan Padalarang, selain sebagai ajang silaturahmi, juga bertujuan untuk menyatukan pengusaha lokal Bandung Barat, yang nantinya akan dikomunikasikan segala harapannya pada Pemda KBB.

”Dengan tujuan tadi bersiraturahmi halal bihalal dari perusahaan miliknya PT. Putra Perdana Selaras, yang bisa untuk mempersatukan semua para pengusaha yang berada di Bandung Barat. Saya ingin betul-betul komunikasi dengan pemerintah daerah, seperti itu kan,” jelas Ilyas.

Pertemuan tersebut, sambung Ilyas, juga untuk ’menghidupkan’ kembali KADIN KBB yang selama ini dipandang dalam status stagnansi. Melihat ini Ilyas akan berupaya menghidupkan kembali aktifitas KADIN, terutama kembali menjalin komunikasi dengan Pemda KBB agar blue print yang dimiliki KADIN KBB bisa berjalan.

”Nah, untuk KADIN ya, untuk KADIN ini sebetulnya saya ada di kepengurusan KADIN. Yang tadinya saya di bidang Wakil Bidang Industri, dan sekarang ditunjuk menjadi Ketua Harian KADIN KBB, dari segi seperti itu, saya melihat KADIN ini seperti ini, dengan katanya stagnan,” kata Ilyas.

”Saya ingin membangun KADIN ini lebih membangun kerjasama dengan Pemerintah daerah KBB untuk supaya komunikasi untuk pengusaha-pengusaha lokal, supaya berkolaborasi dengan KADIN. Seperti itu kan, makanya saya kemarin sudah bicara juga dengan Ketua KADIN, saya untuk nanti dimasukkan ke kepengurusan harian, yang istilahnya nanti yang akan turun ke lapangan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah atau pengusaha-pengusaha lokal yang berada di Bandung Barat,” imbuh Ilyas.

Ilyas sendiri mengatakan satagnasi ini sebenarnya imbas ketidak tahuan Pemda KBB sendiri bahwa KADIN sudah tidak ada dualisme. Itu lah yang ia jelaskan ketika berkomunikasi dengan Pemerintah, sehingga terjadi pemahaman yang sama dalam memandang KADIN KBB dengan potensinya yang cukup besar untuk membuka APBD bagi KBB.

”Kalau yang saya sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah, KADIN ini katanya masih ada dualisme. Tapi menurut penuntutan, sebetulnya kan KADIN ini sudah satu. Tinggal kita bagaimana caranya mengemas agar supaya pemerintah ini tahu, paham bahwa KADIN ini ada satu,” jelas Ilyas.

”Nah, ini lah dengan saya yang ditunjuk menjadi ketua harian akan berkolaborasi dengan Ketua, dan saya menjadi Ketua harian untuk bisa memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah dan berkomunikasi dengan pengusaha-pengusaha lokal. Nah itu lah, saya jangan sampai yang disebutkan oleh beberapa dinas, atau mungkin pemerintah daerah, bahwa KADIN ini ada dua. Saya tidak mau seperti itu, gitu kan,” ungkapnya.

Ilyas sendiri mengaku bahwa sampai saat ini komunikasi yang terjadi dengan Pemerintah baru sebatas audeiensi belaka. Oleh karenanya, Ilyas pemandang perlu meningkatkan intensitas komunikasi agar bisa terjalin kerjasama yang baik antara KADIN dan Pemda KBB.

”Sampai saat ini baru sebatas audiensi-audiensi saja, dan kerjasama pun tidak ada, kan seperti itu. Nah, saya ingin seolah-olah nanti akan maju ke depannya, biar saya nantinya mengurus untuk pengusaha-pengusaha lokal dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tukas Ilyas.
”Baru sebatas audiensi-audiensi saja, baru sebatas komunikasi saja dan untuk berkolaborasi atau kerjasama dengan pemerintah, antara pengusaha KADIN dengan pemerintah daerah, itu belum ada sampai saat ini,” imbuh Ilyas.

Ia sendiri dalam komunikasi yang semakin intens, nantinya akan memberikan masukan pada pemerintah daerah agar bisa segera terjalin kolaborasi antara KADIN dan Pemda KBB.

”Saya akan memberikan masukan ke pemerintah daerah, karena saya mungkin nanti ditunjukkan oleh ketua KADIN, sebagai ketua harian yang akan komunikasikan dengan pemerintah dan saya akan berkolaborasi dengan pemerintah untuk memajukan pengusaha-pengusaha lokal, terutama pengusaha-pengusaha konstruksi atau asosiasi-asosiasi yang berada di Bandung Barat, supaya bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah,” jelas Ilyas.

Ia sendiri menginginkan Pemerintah bersikap proaktif agar apa yang diharapkan KADIN KBB bisa terwujud. Ia pun akan memulai dengan berkomunikasi ke Dinas-Dinas agar bisa memulai kerjasama secara simultan.

”Saat ini mungkin nanti pemerintah diharapkan proaktif gitu, Kita harus dua-duanya proaktif, kita harus lebih berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah pun harus lebih action juga, harus berkomunikasi dengan KADIN juga. Nah itu yang kita harapkan. Tapi ya nanti ke depannya, ya KADIN dulu yang harus mau berkorban untuk bisa bicara dengan pemerintah daerah,” kata Ilyas

”Saya akan mengadakan agenda dengan beberapa kepala dinas, ataupun mungkin dengan kepala daerah Bandung Barat. kita akan atur waktunya nantinya, tinggal waktunya saja kita atur nanti seperti apa,” pungkas Ilyas (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *