Tokoh Kampung Sikluk Ciwidey, Dorong Tumbuhnya Kampung Wisata di Kaki Gunung Nagara Padang

Tokoh Kampung Sikluk ingin tumbuhkan Kampung Wisata di kaki Gunung Nagara Padang di Ciwideuy, Kabupaten Bandung. Foto/Istimewa

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Desa Nengkelan dan Desa Rawabogo adalah dua diantara desa-desa yang berada di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung, yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat.

Dua desa yang Sebagian wilayahnya berada di kaki Gunung Nagara Padang itu sudah Sejak awal dua Ribuan, bebenah sebagai Desa Wisata yang memiliki beragam pesona yang bisa menyedot wisatawan yang sudah jenuh dengan objek wisata ‘buatan,’ yang tersebar di Bandung Raya.

Salah satu Tokoh masyarakat yang juga konsultan pariwisata, Alit, mengatakan bahwa Tokoh dan warga Kampung Sikluk, sedang bebenah untuk lebih mengenalkan kampungnya sebagai Kampung Wisata.

Hanya saja Alit dan sejumlah Tokoh menginginkan daya tarik wisata yang ditonjolkan adalah budaya. Ini pun lebih mengerucut pada nilai budaya yang memang aplikatif, berupa laku kehidupan yang menjadi tradisi di kampung tersebut.

“Budaya bukan hanya pintonan (tontonan, red) yang disajikan untuk atraksi wisata, tapi lebih kepada nilai-nilai kehidupan yang dalam keseharian ditampilkan. Bukan jadi showcase yang dibuat-buat,” kata pria yang akrab disapa kang Alit disela-sela hari jadi Padepokan Sinar Siliwangi Saluyu, Sabtu (07/10)

Alit menambahkan dengan menonjolkan nilai budaya, selain sebagai upaya pelestarian agar generasi muda saat ini bisa kembali pada nilai-nilai penting warisan leluhur, pun bisa mengaplikasikan ekonomi kerakyatan.

“Nantinya potensi ekonomi kerakyatan ditumbuhkan di sini, sehingga juga menumbuhkan indeks perekonomian di kampung ini. Semua berjalan secara alamiah bukan konsep wisata yang diada-ada,” imbuh Alit.

Budayawan asal nengkelan lainnya, yang sudah melanglang Indonesia menjadi praktisi Desa Wisata, Abah Aep mengatakan, di Nengkelan potensi budayanya sudah ada, sehingga bisa diandalkan untuk Kampung Wisata.

“Di sini kita punya pa Budi, dengan worshop bambunya. Ada juga tradisi-tradisi ketimuran yang selalu kita gelar pada momen tertentu dan pada kehidupan sehari-hari. Hal-hal terkait budaya semacam ini, sekarang banyak dicari para wisatawan untuk healing,” kata bah Aep pada rembug kampung yang diselenggarakan di sela-sela acara hari jadi Padepokan Sinar Siliwangi Saluyu yang dihadiri perangkat desa dan tokoh-tokoh budaya Kabupaten Bandung.

“kita bisa bikin rumah bambu sebagi guest house-nya, ada balongnya juga buat rekreasi. Desainnya ya seperti umumnya Rumah di desa yang masih banyak berdiri di kampung ini. Alhamdulillah di sini kita juga kehadiran Penggiat sepeda, pebatik dan inohong lain yang nanti juga bisa menyumbang idenya untuk atraksi wisata yang alami yang bis akita formulakan untuk Kampung Wisata Sikluk ini,” imbuh Abah Aep.

Di tempat yang sama praktisi kriya bambu Desa Nengkelan dan Desa Rawabogo, Setiabudi mengatakan acara yang Digelar tersebut untuk merumuskan langkah ke depan agar Kampung Sikluk semakin dikenal sebagai Kampung Wisata yang tidak hanya memberi keunikan dengan atraksi wisatanya, namun bisa memberi vibes positif pada kehidupan para pengunjungnya.

“Budaya positif itu bisa menular dan memberi poin plus pada kehidupan siapapun. Kriya bambu yang saya kembangkan juga memiliki nilai-nilai filosofi kehidupan, tidak hanya art saja. Dari filosofi kehidupan bambu yang saya angkat, semoga bisa pula mengubah pola kehidupan pengunjung Kampung Wisata ini, ke arah yang lebih baik,” kata pria yang akrab di sapa Pak Budi ini.

Tidak hanya budaya, alam pegunungannya dengan pepohonan kerasnya membuat des aini sangat cocok untuk pecinta olahraga Adventure. Tanjakan dan turunannya sesuai untuk memacu adrenalin para pecinta sepeda.

Sementara track menuju Gunung Nagara Padang cukup menantang pula bagi para pecinta hiking.

Perbaduan antara tradisi, budaya dan alam yang indah bisa menjadi tempat healing yang sesungguhnya untuk wisatawan asal perkotaan, yang kesehariannya cukup penat dengan aktifitas yang ‘riuh’ dan membuat lelah. (MIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *