RBANDUNGSATU.COM – Delapan puluh sembilan kantung jenazah korban longsor Cisarua Bandung Barat telah diserahkan petugas SAR Gabungan ke Tim DVI Polisi hingga Rabu (04/01). Dari angka tersebut, 66 identitas terungkap dari 68 kantung jenazah yang dilakukan identifikasi.
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, dari total jenazah yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 51 diantaranya merupakan warga Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang masuk dalam daftar pencarian korban longsor.
“Total pencarian hingga pukul 12.06 WIB, total penemuan 89 body pack. Kemudian data dari DVI per tanggal 3 Februari jam 4 sore, 66 jiwa dari 68 pack berhasil diidentifikasi,” kata Ade Dian.
Ade Dian menegaskan, operasi pencarian terus dilanjutkan untuk menemukan sisa korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Di hari ke-12 hari ini, ada jenazah dengan 4 bodypack yang diserahkan Basarnas ke tim DVI Polri.
“Data per jam 12 siang ini, ada 4 bodypack yang kita evakuasi, 1 bodypack di Worksite A2 dan 3 bodypack di Worksite A3,” ujarnya.
Sampai pukul12.00 WIB hari ini, petugas di worksite 2 terlihat berusaha mengevakuasi satu jenazah yang tertimbun longsor. Jenazah yang berhasil diangkat kemudian dimasukkan ke kantung jenazah berwarna oranye.
Setidaknya 5 petugas berbaju hazmat menggotong jenazah hingga dimasukkan ke dalam ambulance untuk dibawa ke posko DVI di Puskesmas Pasirlangu.
Seperti diketahui, longsor menerjang 3 kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/01) dini hari.
Sebanyak 158 warga terdampak, dengan 78 dilaporkan selamat dan 80 orang dilaporkan hilang dan berstatus dalam pencarian. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 23 TNI Marinir dikonfirmasi turut menjadi korban jiwa. (*)






