Tiga Sekolah Berdampak Longsor Pasirlangu Cisarua, Belajar Daring Hingga Status Darurat Berakhir

Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Asep Dendih mengatakan, ada 3 Sekolah Dasar (SD) yang ikut terdampak longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. SD Negeri Karya Bakti, SD Negeri Pasirlangu 1, dan SD Negeri Cinta Bakti terpaksa melaksanakan pembelajaran secara daring karena sekolah tesebut digunakan untuk sebagai dapur hingga tempat logistik dalam penanganan longsor.

“Mereka tidak libur, tapi belajar secara daring, sekolah mereka lokasinya dekat dengan posko, ada yang digunakan untuk dapur dan tempat logistik,” kata Asep Dendih, Selasa (03/02).

Asep Dendih mengatakan, pembelajaran daring akan berlangsung hingga status darurat bencana berakhir pada 6 Februari 2026. Dia optimis status darurat bencana tidak akan diperpanjang seiring dievakuasinya korban-korban dari area longsor.

“Berlaku sampai masa darurat nanti, mudah-mudah pekan depan sudah belajar tatap muka lagi,” ujarnya. Asep mengungkapkan, ada dua peserta didik yang menjadi korban jiwa dalam longsor yang menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026).

“Kalau yang menjadi korban itu ada 2 siswa yang meninggal dunia, tentu kita telah berbelasungkawa,” ungkapnya. Terkait bantuan, lanjut Asep, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Bandung Barat bersama instansi terkait telah menyusun skema bantuan bagi warga yang menjadi korban maupun warga terdampak longsor.

“Pemerintah sudah menyiapkan, ada bantuan berupa santunan bagi yang meninggal dan lain-lain, tentu kami dari Disdik juga memberikan bantuan bagi siswa yang menjadi korban dan terdampak langsung longsor,” tandasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *