BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Apresiasi Menteri Dalam Negri terhadap Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif yang mampu menurunkan Indeks Perkembangan Harga (IPH) ke angka minus 6,24 mengundang pertanyaan berbagai pihak. Salah satunya mantan Anggota DPRD KBB Jajang Solihin.
Jajang melihat ada ketidak sesuaian fakta antara menurunnya data IPH dengan fakta di lapangan bahwa harga bahan pokok masih melambung tinggi.
Hal itu Jajang katakan Kamis, (14/12) selepas melihat masih tingginya kebutuhan bahan pokok di sejumlah wilayah Bandung Barat.
Jajang menduga adanya kesalahan input data yang dimasukan bagian perekonomian Setda Bandung Barat saat menyusun laporan IPH. Ia bahkan menuding adanya dugaan rekayasa saat pelaporan IPH ke Kemendagri.
”Laporan tentang IPH itu diduga ada rekayasa. Alurnya kan karena Pj mendapat data IPH turun dari bagian perekonomian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB dan dilaporkan ke Irsus Inspektorat. Oleh inspektorat lalu lapor tersebut di Input ke kemendagri,” kata Jajang.
Dari alur pelaporan tersebut bahkan Jajang tak segan mencurigai sejumlah pejabat di KBB menjadi yang paling bertanggung jawab atas otak-atik penurunan angka IPH tersebut.
”Tetapi laporan IPH seperti ada manipulasi data, karena harga harga sembako tetap tinggi di pasar pasar tradisional wilayah KBB. Laporan IPH turun ini, seperti akal-akalan para Kepala Bagian Perekonomian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Inspektorat. Itu laporan asal bapak senang (ABS) dan apabila tidak melaporkan kinerjanya yang bagus takut dicopot jabatannya,” kata Jajang
”Yang menjadi dasar penurunan IPH apa? Bila kita lihat kondisi di lapangan masih cenderung tinggi. Jangan- jangan ini hanya laporan ABS atau laporan palsu. Mental pejabat seperti ini yang harus di benahi oleh Pj Bupati ke depan,” imbuh Jajang.
Di sisi lain saat dikonfirmasi soal kontrasnya penurunan IPH dan fakta melambungnya harga kebutuhan pokok di lapangan, Pj Bupati Bandung Barat mengaku memang saat ini penurunan masih belum terlihat signifikan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk bisa menstabilkan harga.
“Kami sedang mempersiapkan cara untuk mengintervensi ketersediaan dan stabilitas harga komiditas bawang, cabai, dan beras, agar IPH bisa dipertahankan,” ungkapnya, Selasa (12/12).
Arsan justru mengatakan bahwa Operasi Pasar Beras Murah yang dilaksanakan diseluruh wilayah, secara langsung mampu menekan harga bahan kebutuhan pokok lainnya. (*)






