Sosialisasi PTSL di KBB, Ada Empat Kecamatan Prioritas Tahun 2024

Anggota Komisi II DPR RI , Yadi Sri Mulyadi mengadakan sosialisasi Program Treategis Kementerian ATR/BPN, dengan Kantor BPN KBB yang diselenggarakan di Lembang, Selasa (25/06). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengadakan sosialisasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Bandung Barat, Selasa (25/06). Sosialisasi yang digelar di Imah Seniman, Jl. Kolonel Masturi, Lembang tersebut dihadiri anggota Komisi 2 DPRRI, Yadi Sri Mulyadi.

“Ini program Pemerintah yang didukung oleh Komisi 2 DPRRI untuk menyelesaikan bidang tanah di Republik ini sampai 2025. Sampai saat ini sudah 65 persen dari keseluruhan soal tanah yang harus diselesaikan,” kata Yadi di sela-sela sosialisasi.

Ia juga mengatakan bahwa program ini seharusnya sudah selesai pada tahun 2024 ini, hanya saja dengan adanya pandemi Covid 19, maka diundur targetnya sampai tahun 2025 mendatang.

Yadi mengatakan bahwa animo masyarakat pada program PTSL ini sangat baik, namun di tingkat Desa, masih ada Kepala Desa yang mempersulit karena umumnya pengurusan sertifikat dilakukan oleh para oknum Kepala Desa dengan harapan mendapat imbalan, namun dengan PTSL yang gratis ini, lahan ‘bisnis’ sampingan mereka banyak yang terambil.

“Animo masyarakat sebetulnya sangat bagus, namun Kepala Desa banyak yang merasa terambil ‘lahannya.’ Para Kades itu kan sudah dibantu dengan Dana Desa yang satu milyar lebih itu, jadi tolonglah ini untuk kepentingan masyarakat, disupport,” tegas Yadi.

Yadi dengan tegas berharap agar aparat Desa tidak ‘mengganggu’ program ini. Apalagi pada program ini pihak Desa juga dilibatkan.

Di tempat yang sama Kepala Badan Pertanahan Nasional KBB, Iim Rohiman, mengatakan bahwa di Bandung Barat ada empat Kecamatan yang menjadi target program PTSL.

“Kecamatan itu Kecamatan Padalarang, Kecamatan Ngamprah, Kecamatan Rongga dan Kecamatan Saguling. Itu untuk target Kecamatan Lengkap. Sebetulnya program dari Kementerian, pak AHY inginnya tahun ini, tapi kami sedang meningkatkan kualitas datanya,” kata Iim.

Iim mengatakan pula bahwa yang dimaksud dengan Kecamatan lengkap adalah, Setidaknya 82% data bidangnya sudah terpetakan.

“Terpetakan belum tentu sudah bersertifikat, namun manakala akan disertifikatkan sudah terpetakan,” kata Iim.

“Target pertama kita petakan dulu, kemudian baru disertifikasi, nah dalam proses sertifikasi ini lah akan ada ferivikasi apakah tanah nya clear and clean atau tidak,” imbuh Iim.

Iim juga mengatakan bahwa tanah di Bandung Barat akan dipetakan dulu karena ditengarai Kementerian, masih banyak tanah yang bermasalah di Kab. Bandung Barat.

Sementa itu para pembicara sosialisasi ditanya oleh warga, Popy Siti Nuraeni, apakah lahan negara bebas Ex Eigendom bisa disertakan dalam program PTSL yang Gratis ini, Penata Pertanahan Madya dari Kanwil BPN Jabar Henhen Suhendar mengatakan bahwa lahan negara bebas ex eigendom bisa disertakan dalam program PTSL tapi lahan nya harus Clean & Clear.

“Itu bisa diajukan Sepanjang lahannya clean and clear,” kata Henhen.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan KBB, Iim Rohiman menambahkan, bahwa Tahun 2024 program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Gratis ini di Kecamatan Lembang berjalan di Desa Cikidang dan Desa Suntenjaya , sementara Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang tahun 2024 baru pemetaan untuk ditetapkan tahun 2025.

“Pelaksanaan program PTSL di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang tahun 2024 baru pemetaan, diterapkan tahun 2025,” kata Iim. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *