BANDUNGSATU.COM – Istri Plt Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, yakni Sonya Fatmala kini sedang berjuang dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2022-2026.
Dia harus bersaing dengan enam kandidat lainnya yang juga telah dinyatakan lolos sebagai calon Ketua Umum KONI KBB. Yakni Agus Mulya Sutanto, Kusna Sunardi, Pieter Tjuandis, Yakub Anwar Lewi, dan Muhamad Firja.
Sebagai satu-satunya figur perempuan yang dikelilingi oleh para pesaing yang semuanya laki-laki, perjuangan Sonya tentu tidak mudah. Namun sejarah mencatat jika KONI KBB pernah dua kali dipimpin oleh figur perempuan, yakni Elin Suharliah dan Erni Rusyani.
Hal itu tentunya memacu motivasi Sonya yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Cabor Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), KBB, untuk membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin di induk olahraga seperti KONI.
Pada agenda pengenalan calon ketua umum KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2022-2026 yang dilakukan di Bumi Pancasona Sport Club, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Senin (6/6/2022) siang, Sonya mengaku percaya diri bisa bersaing dengan figur lainnya.
Bahkan dia pun berjanji akan menjalin kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya swasta dalam mendukung kegiatan KONI KBB terkait pembinaan atlet. Sehingga di luar anggaran APBD dari Pemda KBB yang sudah given setiap tahunnya, perlu ada sokongan juga dari pihak swasta seperti melalui CSR atau program lainnya.
“Saya akan jalin kemitraan dengan pihak swasta, karena di KBB kan banyak perusahaan besar. Sementara untuk anggaran dari pemda, saya coba elus-elus Kang Hengki supaya bisa menambah anggaran untuk KONI,” tuturnya.
Sonya menampik jika keinginannya untuk maju bursa calon Ketua Umum KONI KBB karena adanya karpet merah dari “penguasa”. Justru dirinya merasa banyak memiliki kekurangan yang pada akhirnya itu menjadi motivasi untuk membuktikan diri kalau dirinya bisa memimpin organisasi selevel KONI.
“Kita semua bersaing objektif, meski istri Plt bupati dan calon perempuan satu-satunya, kita tidak tahu siapa yang akan terpilih dan mendapatkan kepercayaan serta amanah dari para cabor,” ucapnya.
Dirinya juga menyoroti persoalan transaksi jual beli atlet yang terjadi selama ini. Sehingga ketika dirinya mendapat amanah menjadi Ketua Umum KONI KBB akan lebih fokus mencetak atlet berkualitas ketimbang membeli atlet. Sebab belum tentu atlet yang sudah dibeli dan didatangkan ke KBB bisa meraih prestasi.
“Atlet berprestasi KBB malah dijual atau pindah memperkuat daerah lain. Sebaliknya, kita malah membeli atlet yang kurang berprestasi. Jika saya dipercaya jadi Ketua Umum KONI KBB hal seperti itu tidak akan terjadi,” tuturnya.
Selain itu Sonya juga berjanji akan mendatangkan pelatih-pelatih hebat untuk menggembleng atlet-atlet KBB supaya bisa berprestasi. Pola seperti itu dinilai efektif karena KBB punya potensi atlet yang melimpah, sehingga hanya perlu dipoles agar bisa maksimal kemampuannya.
“Daripada membeli atlet untuk dapat prestasi secara instan, lebih baik mendatangkan pelatih, sehingga pembinaannya jelas dan berjenjang dalam jangka panjang. Soal darimana uangnga untuk mendatangkan pelatih hebat? Biar nanti saya yang pikirkan,” imbuhnya. (*)
Editor : Rizki Nurhakim






