BANDUNG BARAT,BANDUNGSATU.COM – Jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat, Hj Wiwin binti Mimid (64), warga Kecamatan Sindangkerta, meninggal dunia dalam pelaksanaan ibadah haji 1445 H di Hotel Kiswah, Makkah pada Rabu (26/6).
Almarhumah meninggal dunia setelah 26 hari Pelaksanaan ibadah haji tersebut
Menurut Kepala Kemenag KBB Tedi Ahmad Junaedi Wiwi meninggal dunia karena memiliki Komorbid atau penyakit bawaan.
“Benar jemaah haji asal Kabupaten Bandung Barat ada yang meninggal atas nama Hj Wiwin yang memiliki riwayat penyakit Pneumonia (radang paru-paru),” kata Tedi Ahmad Junaedi, Jumat (28/06).
Selama rangkaian ibadah haji tersebut, kata Tedi, Wiwin kerap mendapat perawatan di Arab Saudi. Namun demikian Tedi mengatakan bahwa jemaah yang meninggal telah melaksanakan seluruh tahapan ibadah haji.
“Memang selama di Mekkah pernah di rujuk ke rumah sakit Arab Saudi satu kali dan memang beberapa kali mendapatkan perawatan seperti di Arafah termasuk di klinik. Tapi yang bersangkutan sudah melaksanakan haji,” jelasTedi.
Tedi pun menjelaskan, sesuai aturan Kementerian Agama, jemaah haji yang meninggal dunia di Makkah dalam melaksanakan ibadah haji akan menerima asuransi sesuai dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Asuransi ini nantinya diberikan langsung kepada pihak keluarga atau ahli waris.
“Sesuai prosedur jemaah yang wafat di Arab Saudi akan menerima asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji. Yang di bayarkan itu 53,8 juta akan dikembalikan kepada keluarga korban (ahli waris). Itu langsung di transfer ke rekening almarhumah,” ungkap Tedei.
Sementara itu Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag KBB, Enjah Sugiarto, melakukan takjiah ke keluarga Hj Wiwi. Dikatakannya berdasarkan informasi dari PPIH Kloter JKS-46, sebelum meninggal dunia, Wiwin rencananya akan pulang lebih dulu pada Sabtu, 29 Juni 2024, bergabung dengan Kloter JKS-16.
“Mudah-mudahan almarhumah diterima Iman Islamnya oleh Allah SWT. Hajinya semoga menjadi haji yang mabruroh, dan keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dalam menerima cobaan ini,” kata Enjah. (*)






