BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pilkada KBB didominasi para selebriti akan ikut kontestasi yang sudah memantapkan diri untuk menjadi Bupati KBB adalah selebriti dan juga mantan Bupati KBB Hengki Kurniawan dari PDIP, Jeje Richie Ismail yang diusung PAN, Gilang Dirga diusung Partai Demokrat.
Gita penyanyi dangdut jebolan bintang KDI rame, ia diusung oleh PKB dibesut dengan Partai Golkar berpasangan dengan Edi Rusyandi, turut pula meramaikan kontestasi Pilkada.
Meski masyarakat banyak mempertanyakan kapasitas, namun tidak semua selebriti tidak memiliki konsep. Selain mempunyai calon Bupati Didik Agus Triwiyono dari PKS juga ikut menggandeng selebritis Gilang Dirga yang diusung oleh Partai Demokrat turun di pilkada KBB.
Sementara itu dalam kunjungan di Cisarua, Sabtu (21/07), Jeje Richie Ismail mengatakan, bentuk keseriusannya untuk menjadi kepala daerah atau Bupati Bandung Barat, bukan hanya mempersiapkan diri, namun juga membuat berbagai gagasan untuk memajukan KBB.
“Persiapan kita sudah mulai, kepada masyarakat turun, contohnya hari ini saya bisa membawa Pak Menteri Perdagangan (Zulkifli Hasan),” katanya.
Di era pos modern ini, menurut Jeje, banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan termasuk mengurangi angka pengangguran.
Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati yang akan digelar bulan Nopember 2024, mulai terasa hangat, karena baru tahun ini Pilkada KBB, hampir sebagian calonnya diisi oleh selebritis.
Pada Pilkada KBB tahun 2008 saat berdirinya KBB, pemilihan Bupati dan Wakil Bupati saat itu masih didominasi calon dari para tokoh dan calon yang nota bene putra daerah dan sama sekali tidak begitu diminati oleh para selebriti.
Lima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati KBB ini, mulai mengadakan pendekatan terhadap masyarakat pemilih dalam di Pilkada, seperti yang mulai dilakukan oleh Jeje Richie Ismail yang diusung PAN didampingi Raffi Ahmad dan Ketua umum PAN, Zulhas saat mengunjungi warga Jambudipa Cisarua dan Cihampelas.
Sementara itu TB Ardi Yanuar calon Wakil Bupati KBB yang diusung Partai Gerindra, untuk memperkenalkan diri, saat ini sudah menempelkan stiker foto dirinya di angkutan umum dan baliho yang dipasang di wilayah KBB serta ikut blusukan ke 16 Kecamatan.
Dan pasangan lainnya seperti Edi Rusyandi, cukup getol menyambangi masyarakat dan juga memasang baliho di setiap wilayah Kecamatan
Lima pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati KBB mulai masif mengujungi masyarakat di wilayah KBB.
Tapi yang lebih masif untuk memperkenalkan dirinya mencalonkan kembali di Pilkada KBB adalah Hengki Kurniawan, setelah habis masa jabatannya pada bulan September 2023. Hengki pun sempat mencalonkan diri di Kota Blitar.
Tetapi HK kembali lagi ke KBB, karena DPP PDIP memberikan surat tugas kepada HK untuk ikut kontestasi di Pilkada KBB.
Para calon kalangan selebritas yang mencalonkan diri baik jadi Bupati maupun Wakil Bupati sempat mendapat penolakan oleh mereka yang mengaku masyarakat KBB.
Tetapi penolakan dari elemen masyarakat itu tidak mempan buat petinggi partai dan tetap mencalonkan para artis dan selebritis.
Tetapi tokoh akademisi yang juga tokoh masyarakat KBB, Djamu Kertabudi, membuat stetemen bahwa pencalonan para selebritis dan artis adalah hak warga negara Indonesia.
Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mencalonkan dan dicalonkan sebagai Gubernur dan Wakilnya, Bupati dan Wakilnya, serta Walikota dan Wakilnya,” kata Djamu beberapa waktu lalu, mengutip pasal 7 UU No. 10 Tahun 2016 Tentang Pilkada.
UU No 10 ini telah menjadi pijakan bagi berbagai elemen bangsa untuk berkiprah dalam kontestasi politik Pilkada 2024 ini dengan menerapkan sistem Pilkada serentak nasional.
“Undang-undang ini memberikan peluang seluas-luasnya bagi berbagai kalangan untuk tidak sekedar berperan membangun daerah kelahirannya, akan tetapi terbuka lebar di daerah lain di seluruh wilayah NKRI,” kata Djamu Kertabudi, Akademisi yang juga Penasehat Paguyuban Pejuang Peduli Pembangunan Kabupaten Bandung Barat (P4KBB), Rabu (10/07).
Ia menambahkan, bahkan dalam persyaratan calon kepala daerah lebih bersifat universal dan tidak ada persyaratan yang bersifat spesifik. Lain halnya dengan peraturan perundangan yang berlaku sebelumnya, masih ada tertera salah satu persyaratan spesifik yaitu, mengenal dan dikenal masyarakat daerah yang bersangkutan. Sehingga dapat ditafsirkan secara implisit sebagai putra daerah.
Sementara itu Surat Rekomendasi yang sudah tersebar dari Partai Gerindra, untuk mendukung Jeje Richie Ismail menjadi Bupati dan Wakil Bupatinya TB Ardi Yanuar. Menurut informasi yang beredar di internal partai, belum bersifat final dan masih harus berproses secara komprehensif dan masih harus melalui hasil pengkajian lembaga survei profesional/objektif yang ditunjuk oleh Partai Gerindra.
Target dari Partai Gerindra konon tidak mempermasalahkan latar belakang Bakal Calon, melainkan mengutamakan kader terbaik partainya yang mumpuni dari sisi trust, leadership, ownership, integritas, skill, knowledge dan networking untuk menjadi Balon Bupati dan bukan Wakil Bupati. Partai tersebut mematok kemenangan demi mencapai hasil maksimal terhadap programnya terutama program makan siang gratis bagi pelajar.
Pilkada KBB 2024 kalau hasil pantauan Bandungsatu.com yang beredar dan ramai di media sosial, ada lima pasangan, pasangan calon Bupati Didik Agus Triwiyono (PKS) dan Gilang Dirga (P. Demokrat), calon Bupati Hengki Kurniawan (PDIP)- calon Wakil Bupati Rian Firmansyah (Partai Nasdem), Calon Bupati Edi Rusyandi (Golkar)- Calon Wakil Bupati Gita KDI (PKB), calon Bupati Jeje Richie Ismail (PAN)- calon Wakil Bupati TB Ardi Yanuar serta Pasangan perorangan calon Bupati Sundaya- Calon Bupati, AA Maulana. (*)






