Rotmut Menjelang Hari Jadi KBB Bertujuan Penyegaran, Tapi Jangan Menjadi Ajang Balas Dendam Politik dan Jual Beli Jabatan

Foto Ilustrasi/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Rotasi mustasi (Rotmut) jabatan birokrat dinilai Tokoh Pendiri Kabupaten Bandung Barat, Eman Sulaeman sebagai hal yang biasa. Menurutnya, mutasi rotasi justru lebih baik dilakukan secara berkala agar pejabat yang bersangkutan bisa lebih kreatif dalam menggali inovasi dijabatannya yang baru.

Eman pun mengungkapkan, terlalu lama di suatu jabatan, justru bisa mematikan kreativitas dan inovasi. Rotmut ini pun jangan menjadi ajang balas dendam politik dan jual beli jabatan serta mementingkan kelompok.

Bupati KBB, Jeje Ritchie Ismail harus selektif memilih orang yang akan dilantik di rotmut, jangan mendengar dari bisikan yang menyesatkan, penempatan pejabat akan menyebabkan kabinet pemerintahannya tidak kompak dan tidak kreatif serta inovatif. Tujuan rotmut adalah  sebagai penyegaran tetapi akan hilang marwahnya bila ternoda adanya jual beli jabatan dan mementingkan kelompok.

”Dalam rangka penyegaran kan maksudnya adalah, supaya seseorang itu tidak merasa jenuh kalau terlalu lama di bidang, dijabatan yang dia miliki sekarang. Contoh si A, dia sudah 3 tahun di bidang tersebut. Ya, akhirnya dia bergeser ke bidang sebelahnya misalnya.

Sehingga dia punya pengetahuan bukan cuma di bidang itu saja. Tetapi dia buat lagi inovasi. Dalam Rotmut ini hilangkan balas dendam politik dan cegah jual beli jabatan, serta mementingkan kelompok,” kata Eman, Minggu (31/05).

”Di bidang satunya. Misalnya, yang tadinya seseorang itu ngurus di peternakan. Sudah 3 tahun dia ngurus ternak. Inovasinya sudah selesai, kreativitasnya sudah diselesaikan. Karena kreativitas seseorang itu kan ada batasnya. Nah, pindahkan lagi dia misalnya di bidang seirisan,” imbuhnya.

Eman mengatakan, dengan mutasi jabatan, seorang pejabat juga akan lebih paham bagaimana managemen yang berbeda. Pun ia akan tahu juga bagaimana mengelola anggaran di bidang yang beda.

”Sehingga, apa yang dia rasakan waktu saat di perencanaan, dia bisa paham, setelah perencanaan ternyata ada penganggaran. Penganggaran ternyata seperti ini. Yang sempat kita merencanakan, uang kita cuma 10 miliar, kita merencanakan 12 miliar. Bagaimana tahu itu 12 miliar setelah dia di penganggaran,” jelas Eman. ”Ternyata kemampuan uang kita cuma 9 miliar. Nah, seperti itu. Jadi, tujuan dari rotasi mutasi itu, sebaiknya pejabat itu jangan lebih dari 3 tahun,” lanjut Eman.

Eman menyebut, ilustrasi yang ia sampaikan adalah alasan kenapa rotasi mutasi harus sering dilakukan. Ia mengatakan rotasi mutasi jangan sampai dilihat dari sisi like or dislike, karena sebenarnya rotasi mutasi itu akan menumbuhkan kreativitas dan inovasi seorang pejabat.

”Sebaiknya, rotasilah mereka. Lakukanlah rotasi mutasi. Jangan kemudian rotasi mutasi itu selalu dianggap like and dislike. Tetapi, mari kita jadikan rotasi mutasi sebagai penyegaran. Penyegaran organisasi. Supaya, seseorang itu selalu ilmunya baru terus. Suasana baru, ilmu baru, inovasi baru, kreatifitas baru. Sehingga kedepannya selalu sudah ada inovasi-inovasi baru. Ya, seperti itu,” ungkap Eman.

Ia juga menyebut juga, kekecualian rotasi mutasi contohnya di Bapenda, untuk kepala bidang, karena situasinya berbeda. Eman mengatakan di bidang perencanaan ke empat bidangnya, semua sama tugas dan fungsinya. ”Empat bidang ini, hanya perbedaannya mereka punya mitra masing-masing.

Contoh, bidang fisik. Dia merencanakan bagaimana kondisi di Dinas Perkim, Dinas PU, Dinas Perhubungan, misalnya gitu. Nah, dia pindah ke bidang situnya, sama aja tetap aja urusannya tentang perencanaan.

Jadi kalau perencanaan itu pindah-pindah bidang, tidak terlalu merubah signifikan permasalahan. Tetapi, dari perencanaan pindah ke penganggaran atau dari penganggaran pindah ke perencanaan, itu akan lebih keluar inovasi-inovasi dan kreativitasnya,” jelas Eman. Agar kreatifitas dan inovasi tersebut bisa muncul, kata Eman perpindahan jabatan atau rotasi mutasi, harus yang tidak serumpun agar tidak jenuh.

”Jadi jangan rotmut, bukan serumpun disini. Apalagi dari rumpun tipe A dipindahkan ke rumpun tipe C. ,” kata Eman.

“Jadi kan sekarang ada aturan bahwa seseorang itu paling lama menuduki jabatannya 5 tahun. Apabila lebih dari 5 tahun dan masih dipertahankan di jabatan tersebut harus dikukuhkan kembali. Contoh Kepala Inspektorat KBB, Yadi Azhar waktu di inspektorat. Kan beliau sudah mau masuk ke 6 tahun. Makanya beliau dilantik lagi jadi inspektorat kemarin. Kan sempat dilantik menjadi Kepala Inspektorat. Karena sudah 5 tahun Sama dengan jabatan administrator. Jabatan administrator juga harus dikukuhkan kembali. Apabila sudah 5 tahun. Nah itu kan dasarnya kenapa seseorang itu nggak boleh lebih dari 5 tahun,” jelasnya.

“Nah tetapi dalam rangka penyegaran. Karena batas kemampuan seseorang itu Kreativitasnya itu kan paling lama 3 tahun. Seseorang itu di awal dia bertugas pasti semangat. Tahun pertama, tahun kedua mulai dia buat inovasi-inovasi. Tahun ketiga inovasi itu diterapkan. Tahun keempat dia mau ngapain lagi. Makanya dipindahkan supaya penyegaran lagi. Karena kreativitasnya apa yang dia inginkan untuk mencapai organisasi itu sudah sampai. Seperti itu,” pungkas Eman. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *