CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Renang adalah bagian dari olahraga rekreasi yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Hampir sama dengan olahraga lari, aktifitas renang menggerakan seluruh tubuh sehingga menjadi alternatif olahraga yang sangat disarankan agar fisik tetap terjaga.
Tidak melulu sebagai aktifitas untuk menjaga kesehatan, renang jika ditekuni secara serius, bisa menjadi olahraga prestasi yang cukup prestise.
Semakin dini usia saat terjun di olahraga prestasi ini, maka semakin terbuka kans untuk menjadi yang terbaik.
Rizki Dzakwan Khidir (13) adalah satu atlet renang asal Cimahi yang mulai serius memasuki karir di dunia renang sejak kelas 5 SD di usianya yang baru 11 tahun saat itu.
Putra dari pasangan Rahmat Nurmansyah dan Anis FDS, tadinya hanya sering ikut-ikutan saudaranya yang senang berenang. Namun ada insiden yang justru membuat sang Ayah, Rahmat, memasukan Rizki ke klub renang.
“Pernah Sekali waktu yang bikin saya takut, saya cemas pas kejadian di Kolam Renang Kenver dia tenggelam. Otomastis saya saat itu langsung terjun ke kolam untuk menyelamatkan anak saya. Dari situ terbersit dalam benak saya untuk ambil les berenang untuk anak saya ini,” kata Rahmat, Sabtu (01/06) saat menemani putranya pemanasan di Kolam Renang Pandiga, Cibabat, Kota Cimahi.
Rizki pun akhirnya les di Kolam Renang Brigif 15 Kujang di Kebon Rumput, Kota Cimahi sampai akhirnya , setelah beberapa gaya, pelatihnya Saleh Adi menyarankan Rizki masuk ke klub renang.
“Rizki disarankan mecari klub dan diarahkan ke Tirta Bayu Swimming Club asuhan om Erwanto. Dari Tirta Bayu ini, Rizki masuk ke tim junior sebagai atlit,” jelas Rahmat.
Rizki sendiri memiliki minat sangat tinggi dan karena sudah menjadikan renang sebagai hobi, maka ia pun menekuni secara serius olahraga tersebut. Apalagi berkat support orangtua dan pelatih di Tirta Bayu Swimming Club, maka ia mulai mengikuti sejumlah perlombaan renang.
“Memang suka sih om, jadi tidak ada paksaan dari orangtua. Ayah sama bunda sangat support terhadap olahraga kesukaan saya ini,” jelas Rizki.
Meski sempat tertunda imbas pandemi Covid 19, Rizki akhirnya ikut pula di sejumlah kejuaraan. Debut pertamanya justru dimulai di Kulon Progo, DIY. Selepas debutnya itu justru Rizki langsung mengikuti Festival Aquatik Indonesia di GBK, Jakarta pada tahun 2023. Pada kejuaraan itu ia masuk di urat ke 4, di usianya yang baru 12 tahun.
“Tapi meski anak saya melawan senior, masih di urutkan ke empat. Jadi masuk empat besar kejuaraan nasional itu. Anak saya tampil di gaya kupu-kupu,” ungkap Rahmat.
Seiring perkembangan prestasinya, pelatih Rizki di Tirta Bayu Swimming Club ternyata menyarankan siswa kelas 7 SMPN 3 Cimahi tersebut untuk fokus ke gaya dada.
Rahmat pun menyarankan putranya untuk mengikuti saran pelatih, karena ia yakin saran tersebut sudah dianalisa dan ia yakin pasti dengan perubahan gaya tersebut akan semakin menunjang prestasi. Terbukti, Rizki bisa menembus ke tiga besar untuk gaya dada KU 3 di Jawa Barat.
“Rizki Dzakwan ini di Tirta Bayu memang spesialis gaya dada. Dulunya gaya kupu-kupu, hanya pelatih tentu lebih tahu, akhirnya dipindahkan gaya, ke dada. Alhadulillah di Tirta Merta Aquatic Festival Tournamen malah menyabet tiga emas. Sesuai target,” jelas Rahmat.
Rizki sendiri mengaku sempat kesulitan pertama kali mengontrol perpidahan gaya, namun demikian, perjuangan membuahkan hasil dengan selalu tampil di Posisi terbaik di sejumlah turnamen.
Rahmat pun menjelaskan bahwa prestasi anaknya itu juga terbangun tidak terlepas dari dukungan orang tua para perenang di Tirta Bayu Swimming Club.
“Kami para orang tua kompak, bahkan kalau dalam satu kejuaraan dari Tirta Bayu Swimming Club menerjunkan beberapa orang, saat mendukung yang disebut bukan lagi nama peserta, tapi pasti nama klub. Ayo Tirta Bayu,” kata Rahmat.
“Kami sudah jadi keluarga besar, bahkan sering kumpul para orang tua itu. Kadang makan bareng, ngerujak. Alhamdulillah kekeluargaannya bisa menjadi motivasi dan support bagi anak-anak,” imbuhnya.
Untuk menjaga performa, Rizki sendiri menjaga pola makan dan tidak pernah berhenti latihan. Untuk mengajar target menjadi atlet nasional, Rahmat mengaku cukup ketat menjaga nutrisi, pola latihan dan istirahat putranya itu.
Saat ini, Rizki sedang menjalani Kejuaraan Jabar Series yang mempersiapkan bibit muda Jabar untuk tampil di kancah Internasional tahun 2030.
Kejuaraan yang bertajuk West Java Swimming Series 2024 itu edisi pertamanya diselenggarakan di Gelanggang Renang UPI. Di sini, Rizki berhasil meraih juara 3 dan menggondol mendali perunggu 50 meter gaya dada male KU 3 dengan catatan waktu 00:35.53.
“Seri selanjutnya akan diselenggarakan di Cirebon dan terakhir di Garut,” kata Rahmat seraya menyampaikan bahwa ia optimis, di dua seri terakhir putranya yang sudah mendapat puluhan mendali dan piagam Penghargaan tingkat regional, provinsi dan nasional tersebut, bisa mendapat hasil lebih baik pada kejuaraan yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Jabar tersebut.
“Selain ajang bergengsi untuk atlet renang di Jabar, ajang ini juga untuk persiapan Rizki berlaga di event selanjutnya, agar bisa terjaring untuk ikut Porprov tahun 2026,” pungkas Rahmat. (*)






