BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Ribuan warga sepanjang jalan, dari Masjid Agung Padalarang Kabupaten Bandung Barat tumplek ke jalan ingin melihat pasangan ‘HADE Pisan’ Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat yang akan mendaftar ke KPU KBB, di Jalan Raya Purwakarta Desa Tagogapu Kecamatan Padalarang, Kamis (29/08)
Adanya rombongan calon Bupati dan calon Wakil Bupati KBB pasangan Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat dari partai pengusung PDIP dan Partai NasDem serta partai koalisi non parlemen, Partai Perindo dan Partai Buruh, ikut meramaikan iring-iringan sehingga kemacetan ruas Jalan Raya Purwakarta terjadi dari dua arah, baik itu kendaraan yang datang dari arah Barat Purwakarta dan dari timur arah Padalarang.
Kendaraan roda dua dan roda empat pun tak luput, ikut pula mengantar pasangan Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat, Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan menuju ke KPU KBB.
Masyarakat pun baik tua muda, emak – emak dan kaum milenial yang ingin melihat idolanya, berjajar di sepanjang jalan menambah kepadatan ruas jalan tersebut, sehingga ruas Jalan Raya Purwakarta sempat ditutup karena adanya iring-iringan.
Hengki Kurniawan dan Ade Sudrajat ketika daftar ke KPU KBB ditandu memakai sisingaan, salah satu kesenian tradisional Jawa Barat, dan iringi permainan rekreasi ‘Engrang’ serta drum band hampir sejauh 200 meter menuju kantor KPU KBB.
Sebelum diarak menuju Kantor KPU KBB, Pasangan HADE mengadakan doa bersama dengan para kyai dan ulama, untuk meminta ke Allah SWT agar dilancarkan saat mendaftar ke KPU dan juga diberikan keberkahan serta bisa memenangkan Pilkada di KBB di Masjid Agung Padalarang.
Sebelum menuju Kantor KPU KBB, untuk mendaftar, pasangan Hengki Kurniawan Ade Sudrajat menggelar deklarasi. Acara itu dihelat sesaat sebelum pasangan tersebut diantar menuju KPU untuk mendaftarkan diri pada kontestasi Pilkada KBB 2024.
Pada kesempatan tersebut Ketua DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat Ida Widaningsih mengatakan pada penggodokan siapa yang akan maju pada Pilkada mendatang, memang terjadi adanya perbedaan pandangan. Ida mengatakan perbedaan itu biasa di PDIP. Setelah rekomendasi turun, semua kembali bersatu.
”Kalau di PDIP perbedaan adalah hal biasa, karena yang membesarkan PDI Perjuangan adalah perbedaan. Namun ketika rekomendasi sudah turun, B1 KWK sudah turun, instruksi partai sudah jelas, semua insya Allah akan tegak lurus, solid, bersama memenangkan Calon Bupati kita,” tegas Ida.
Pada deklarasi itu Ida menambahkan, bahwa masyarakat tidak perlu ragu terhadap Hengki Kurniawan, karena memiliki pengalaman menjabat sebagai Bupati dan ia meyakinkan bahwa apa yang belum tercapai saat sebelumnya menjabat, akan segera diejawantahkan saat memenangkan Pemilihan Bupati Bandung Barat, Nanti.
”Nanti pa Hengki akan melaksanakan janji-janjinya, terutama program kemasyarakatan, sepeti kesejahteraan dan sosial kemasyarakatan, dan hal yang pada periode kemarin belum terealisasi, menjadi PR untuk pa Hengki, untuk menjalankannya lebih baik,” kata Ida.
Sementara itu Calon Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengatakan, bahwa selama lima tahun ia menjabat Wakil Bupati Bandung Barat dan kemudian menjadi Bupati Bandung Barat, ia sudah mendatangi 16 Kecamatan dan 165 Desa, sehingga ia sudah menyerap aspirasi dari para warga yang ia kunjungi terebut.
”Insya Allah, kami tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Bandung Barat. Untuk ke depan yang kita tawarkan adalah program-program pro rakyat dan juga program menuju Bandung Barat Ekonomi Kuat 2030 ini bisa terwujud,” jelas Hengki.
Meski Hengki saat ini memiliki kompetitor artis yang ikut terjun dalam Pilkada, ia tidak merasa tersaingi dan justru merasa senang melihat kepedulian para artis terhadap Bandung Barat. Namun, Hengki mengatakan dengan pengalaman sebelumnya ia mengetahui kebutuhan masyarakat Bandung Barat sehingga bisa menyesuaikan program untuk warga KBB.
”Dua tahu kami menjabat, kami mendapat lebih 20 penghargaan artinya ada dua puluh lebih perubahan yang terjadi di KBB,” tegas Hengki.
Di tempat yang sama Calon Wakil Bupati Bandung Barat Ade Sudrajat mengatakan bahwa dipilihnya PDIP untuk maju bersama dalam Pilkada November mendatang, karena banyak kesamaan dan tentu karena figur Hengki yang memiliki pengalaman.
”Kami memiliki kesamaan dan pa Hengki sudah memiliki pengalaman menjabat sebagai Bupati, apalagi di masa sulit selama Covid 19, sehingga tentu sudah banyak pengalaman pengelolaan pemerintahannya,” kata Ade.
Pada Deklarasi tersebut, tidak hanya PDIP dan Partai NasDem yang nampak hadir. Partai non parlemen pun nampak hadir dan memberi dukungan terhadap pasangan HADE. Partai-partai tersebut antara lain Partai Buruh dan juga Perindo.
Hengki Kurniawan juga menjelaskan bahwa nama HADE secara resmi jadi nama panggilan pasangan yang dibesut PDIP dan Partai NasDem tersebut. Nama HADE diambil karena keduanya bertujuan untuk menyampaikan kebaikan.
”HADE itu dalam bahasa Sunda artinya baik, sehingga kami akan menyampaikan kebaikan, berupa program-program terbaik yang diperuntukan bagi warga Bandung barat,” pungkas Hengki. (*)






