BANDUNGSATU.COM – Ribuan pencari kerja membanjiri bursa kerja atau job fair yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat, Selasa (17/06).
Antusiasme para pencari kerja terlihat sejak pagi hari. Para peserta mulai berdatangan dan mengantri di Wisma Shalom, Jalan Kolonel Masturi, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB, sejak pukul 07.00 WIB.
Job fair ini menarik perhatian dari berbagai generasi, mulai dari Generasi Z hingga Milenial. Salah satunya, Salsabila Septiani (19), warga Batujajar. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti bursa kerja seperti ini. Ia mengetahui informasi job fair dari temannya dan langsung bergegas datang pagi-pagi.
“Ini baru pertama kali ikut job fair, dikasih tahu sama temen. Tadi datang jam 7-an, langsung antre lumayan panjang,” kata Salsabila di tengah-tengah acara.
Lulusan SMK jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) tahun 2024 itu mengaku sudah melamar ke sekitar 10 perusahaan, namun belum mendapatkan panggilan kerja. Ia berharap job fair ini menjadi pintu awal menuju karier yang diimpikannya.
“Kalau melamar Sudah mungkin sekitar 10 perusahaan, tapi belum rezekinya. Lagi susah mungkin cari pekerjaan. Di sini saya sudah siapkan 3 berkas fisik, ada juga yang online. Mudah-mudahan rezeki saya ada di sini,” kata perempuan yang akrab disapa Bila ini.
Sementara itu Rama Rahmatulloh (42), pencari kerja asal Ngamprah, juga datang dengan harapan serupa. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti job fair setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaannya awal Juni lalu.
“Saya terkena PHK awal Juni ini. Dapat info dari media sosial soal job fair ini, makanya langsung ikut,” ujarnya.
Meskipun usianya tak lagi muda, Rama menyadari tantangan mencari kerja makin besar. Namun ia sedikit lega setelah adanya Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 yang melarang diskriminasi usia dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Mudah-mudahan job fair ini bisa jadi jalan saya untuk dapat pekerjaan lagi. Karena usia itu kadang jadi kendala. Tapi sekarang ada SE soal penghapusan batas usia, mudah-mudahan betul-betul diterapkan,” katanya.
Kepala Disnakertrans KBB Hasanudin mengatakan, job fair kali ini menghadirkan 72 perusahaan dari berbagai sektor industri, dengan total 4.321 lowongan kerja yang dibuka, baik untuk penempatan dalam maupun luar negeri.
“Dari total lowongan itu, 2.873 untuk penempatan dalam negeri, dan 1.281 untuk luar negeri. Untuk luar negeri, ada ke Jepang, Taiwan, Singapura, bahkan Eropa. Semua perekrutan lewat SP2MI, jadi resmi dan ada perlindungan,” kata Hasanudin.
Perusahaan-perusahaan besar ikut terlibat dalam bursa kerja ini, seperti PT Ultra Jaya Milk, Indofood, PT Laju Karya Mandiri, Hotel The Jayakarta, hingga perusahaan wisata seperti Grafika Cikole dan Dusun Bambu. Tak ketinggalan perbankan seperti BJB dan BTPN Syariah serta institusi pendidikan seperti ITB dan Universitas Langlang Buana.
Hasanudin menjelaskan, job fair tahun ini hanya digelar selama satu hari. Namun, jumlah peserta yang mendaftar secara online telah mencapai lebih dari 6.000 orang. Hal ini menunjukkan animo masyarakat yang cukup tinggi meski bertepatan dengan jadwal serupa di Kota Bandung.
“Kalau yang sudah daftar online itu sekitar 6.000 orang. Tapi karena berbarengan dengan job fair di Kota Bandung, mungkin antusiasmenya terbagi. Namun di sini tetap didominasi oleh lulusan baru atau fresh graduate,” ujarnya.
Yang menarik, job fair ini juga membuka ruang inklusif bagi penyandang disabilitas. Tercatat sebanyak 22 penyandang disabilitas mengikuti job fair ini, dan sebanyak 13 di antaranya berhasil diterima untuk proses seleksi oleh perusahaan.
“Ini bagian dari komitmen kita untuk memberi kesempatan kerja yang adil bagi semua golongan, termasuk penyandang disabilitas,” imbuh Hasanudin.
“Job fair ini menjadi sebagai komitmen kami dalam menjembatani pencari kerja dengan dunia industri, terutama di tengah tantangan ekonomi dan tingginya angka pengangguran. Kami berharap, acara ini mengurangi beban pencari kerja dan membuka lebih banyak pintu rezeki,” pungkasnya. (*)






