BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Proyek DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, sekitar 5,2 milyar rupiah, diduga jadi bancakan oleh pengusaha yang dipelihara Dinas Kesehatan melalui Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Kesehatan KBB dan Bagian Penyusunan Program.
Proyek DAK tersebut sudah dari awal dikondisikan sekitar bulan Desember 2023 dan Januari 2024, ketika masih dijabat oleh Kepala Dinas Kesehatan KBB, yang sudah pensiun.
Pengkondisian proyek DAK untuk alat kesehatan tersebut sudah dikunci pemenangnya, terutama untuk diumumkan di SIRUP maupun barang yang harus sesuai dengan katalog barang.
Pengumuman di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa di Sekretariat Daerah KBB untuk pemenang sudah ditentukan, dan konon dari sumber yang tidak mau disebut namanya, dikunci oleh Bagian Penyusunan Program di Dinkes KBB, dan PPK.
DR salah satu peserta ikut lelang DAK Alkes di Dinas Kesehatan KBB, menyayangkan ada pengkondisian bagi pemenang tender di unit lelang pengadaan barang dan jasa di Sekretariat Daerah Pemda KBB.
“Pengkondisian tersebut sudah lama ketika kepala Dinas Kesehatan masih dijabat yang lama. Para pengusahanya diduga kelompok atau peliharaan mantan Kadinkes KBB terdahulu,” kata DR, Jumat (23/08)
“Jadi yang menang tender tersebut diduga sudah ditentukan oleh PPK dan Bagian Penyusunan dan Program di Dinas Kesehatan,” imbuhnya
DR mengatakan, diduga kegiatan pengadaan alkes bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, Sub. Koordinator alat untuk alat kesehatan yang jumlahnya 10 item tersebut.
Ia mengatakan, ‘tender’ dimenangkan oleh kolega yang dekat dengan lingkungan Dinkes KBB.
“Dari jauh jauh pemenang sudah ditentukan, dan infonya sudah ada pemenang saat ini,” ungkap DR.
Sementara itu, Bandungsatu.com mengkonfirmasi ada proyek DAK Alkes sebesar 5,2 milyar tersebut kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan KBB, Deni Achmad, yang mengatakan, pihaknya baru tahu proyek pengadaan Alkes dari DAK tahun 2024 ketika menanyakan ke pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bagian Penyusunan Program sudah diklik tidak atas sepengetahuannya. (*)






