BANDUNGSATU.COM – Camat Ngamprah, Agnes Virgiyanti mengapresiasi Perangkat Desa dan para kader sampai tingkat RW yang sudah mendukung terlaksananya Posyandu dengan 6 standar layanan minimal.
Hal tersebut disampaikan Agnes pada launching Pilot Projek Posyandu di Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada seluru Kepala Perangkat Daerah yang telah memberikan bantuan untuk terintegrasinya 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal di Posyandu,” kata Agnes di sela-sela launching pilot project Posyandu RW 25 di Perumahan GBR 3 Desa Cilame, Senin (04/08).
Agnes mengaku, sebagai kader Posyandu ia juga termotivasi oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dan istri Bupati, Syahnaz untuk membuat Posyandu menjadikan Posyandu sebagai tempat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak hanya menjadi tempat menimbang dan memberi layanan kesehatan balita saja.
”Ada pelayanan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, penataan ruang perumahan kawasan permukiman, ketentraman ketertiban umum, linmas serta perlindungan sosial juga bisa dirasakan masyarakat,” jelas Agnes.
Agnes juga memberikan penekanan terhadap Posyandu terhadap program Pelita Bening, yaitu pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif bagi bayi 0 sampai 6 bulan oleh ibunya, yang mendapat perhatian besar oleh Bupati Bandung Barat.
”Pemerintah juga dalam membesut program-program ini tidak sendiri melainkan melibatkan pula pentahelix dengan inovasinya baso hangat pengusaha Ngamprah Hebat yang peduli terhadap stunting. Perusahaan lain juga seperti Indo Food dan Ultra jaya telah memberikan kontribusinya agar Bandung Barat zero stunting,” kata Agnes.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa KBB, Dudi Supriadi, pada kesempatan tersebut mengapresiasi warga RW 25 Desa Cilame, dan juga warga Desa serta perhatian yang telah diberikan oleh Camat Ngamprah atas berlangsungnya program tersebut. Dudi menyebut bahwa RW, Desa dan Camat telah berjibaku menyukseskan terlaksananya 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal di Posyandu.
”Kami berterima kasih kepada warga dan ketua RW 25, wabil khusus Kepala Desa Cilame, bu Camat dan kepedulian Indo Food dan Ultra yang selalu berdampingan dengan Posyandu dan juga tentu semua Satuan Kepala Perangkat Daerah dan semua stake holder yang telah peduli dengan Posyandu,” kata Dudi.
”Saat ini kita melaksanakan launching 6 SPM di Bandung Barat. Nah pilot projeknya di Desa Cilame ini di Graha Berseri. Mudah-mudahan, kegiatan ini nanti terus merembet ke bawah. Sehingga semua Posyandu ini melaksanakan sesuai dengan Permendagri No 13 tahun 2024, tentang Posyandu 6 SPM,” imbuh Dudi.
Dudi juga mengatakan setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait memberikan bantuan yang terkait dengan 6 SPM tersebut.
Di tempat yang sama Kepala Desa Cilame Aas Mohamad Asor mengatakan dengan pilot projek Posyandu 6 SPM tersebut pihaknya sempat kaget namun juga bangga karena di wilayahnya Posyandu Graha Berseri dijadikan pilot projek.
”Sempat kaget ya atas ditunjuknya pilot projek ini, karena kan ini program baru. Tapi kamu juga bangga, artinya Posyandu Graha Berseri ini sudah baik dalam memberikan layanannya,” kata Aas.
”Dengan ditunjuknya Posyandu Graha Berseri sebagai pilot projek, kami berharap ini bisa jadi rujukan atau standar bagi Poyandu lainnya di Cilame,” imbuhnya.
Aas mengatakan bahwa dari SDM, perangkat pelaksanaan kerja dan sistem yang diaplikasikan oleh Posyandu Graha Berseri sudah sangat profesional dan bisa menjadi rujukan. (*)






