Poster Upaya Menggoyang Hengki dari Jabatan Bupati, Ketua PDIP KBB dan Anggota DPRD dari PKS Tolak Membiayai Demo P4KBB ke KPK

Poster yang sempat viral di medsos, poster upaya menggoyang Bupati Bandung Barat , Hengki Kurniawan oleh pendiri P4KBB,, Yakob Anwar Lewi yang sempat beredar itu adalah berita bohong ( hoaks), disampaikan dalam konfrensi pers di kediamannya di Perumahan Permata Cimahi Desa Tanimulya, Kec. Ngamprah. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Baru-baru ini beredar informasi hoaks yang menarasikan bahwa demi ambisi untuk menjadi Wakil Bupati dari Panji Tirtayasa, anggota DPRD dari PDIP Ida Widaningsih disebut menggandeng Pendiri P4KBB Yakob Anwar Lewi untuk mendemo Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan ke KPK. Poster hoaks tersebut juga menyebut bahwa Yakob meminta dana Rp 25 juta per bus, pada anggota DPRD asal PKS Bagja Setiawan, namun permintaanya ditolak.

Dalam poster tersebut keempat tokoh bahkan disandingkan gambar-nya untuk meyakinkan isi yang tertutlis dalam hoaks yang kali pertama beredar di media sosial Facebook tersebut.

Menanggapi hoaks yang beredar tersebut, Ketua DPC PDIP KBB dan juga Wakil Ketua DPRD KBB, Ida Widaningsih bersama Ketua P4KBB, Yakob Anwar Lewi dan anggota DPRD KBB dari PKS Bagja Setiawan gelar konferensi pers untuk memastikan bahwa poster yang tersebar tersebut adalah hoaks.

“Saya memang pernah bertelpon dengan pak Bagja, karena saya adalah ormas yang yang harus bersinergi dengan pemerintah, sebagai ormas kontrol sosial karena banyaknya isu di media sosial soal korupsi di Bandung Barat, saya nelfon itu klarifikasi pada pa Bagja, kenapa DPRD Bandung Barat di bidang pengawasannya tidak ada sama sekali waktu itu,” kata Yakob, di kediamannya di Perumahan Permata Cimahi, Desa Tanimulya , Ngamprah Minggu (03/09).

Ia menjelaskan bahwa saat ditelpon, Bagja mengatakan bahwa DPRD sudah memberi arahan pada Bupati Hengki Kurniawan, namun tidak direspon. Itu yang menyebabkan Yakob pergi ke KPK membawa bukti soal korupsi, untuk ditindak lanjuti pengusutannya.

“Saya datang ke sana, saya menyerahkan bukti-bukti, masalah penyelidikan, penyidikan saya serahkan pada KPK. Jadi saya tidak punya tugas menyelidiki karena beliau lah yang punya tugas. Dan saya tidak menerima sepeser pun dana dari pa Bagja,” kata Yakob.

Yakob menegaskan ia sempat melontarkan kata bantuan saat menelpon Bagja, namun maksudnya bukan bantuan uang, karena bantuan yang dimaksud adalah dorongan atau massa untuk ikut ke KPK. “Tapi saya tidak minta uang dua puluh lima juta, buat apa? Setelah itu pa Bagja bilang, nggak lah nanti lah, dan setelah itu saya tidak bertemu pa Bagja lagi. Da beberapa Minggu kemudian saya berangkat ke KPK dengan menggunakan 4 bus dan tidak ada pembicaraan saya dengan bu Ida,” jelas Yakob.

Menurut Yakob, karena namanya dicatut dalam poster hoaks tersbut, Panji Tirtayasa juga akan melaporkan pada Divisi Cyber Polda Jabar. Yakob pun mendorong Diskominfotik untuk memeriksa siapa yang mengedarkan berita hoaks tersebut.

Pada kesempatan yang sama Bagja Setiawan mengatakan, bahwa ia merasa paling dirugikan atas gambar yang dicatut pada hoaks tersebut, karena seolah-olah ia menarasikan isu yang tertulis pada poster itu.

“Kalau terkait kita pernah bertiga itu tidak benar. Kalau saya ditelpon kang Yakob iya. Kalau sama bu Ida ya karena sama-sama anggota DPRD. Jadi apa yang beredar hari ini saya harus klarifikasi, saya mohon maaf sama bu Ida, kang Yakob dan kang Panji yang namanya disebut-sebut, sama sekali tidak pernah ada statemen saya seperti itu,” ungkap Bagja.

Bagja mengatakan ia dan tim hukum akan mempelajari kasus ini. Ia ingin ada tindak lanjut dan penindakan tegas atas beredarnya hoaks tersebut agar ada efek jera, sehingga orang tidak seenaknya menyebarkan issue yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu Ketua PDIP KBB dan juga Wakil Ketua DPRD KBB, Ida Widaningsih mengatakan ia pun dirugikan karena hoaks ini sudah tembus ke partai. Ida juga menegaskan kembali bahwa ketiga tokoh ini tidak pernah melakukan hal yang disebut dalam poster hoaks tersebut.

“Hari ini, kita putra daerah Bandung Barat. Mari ciptakan Bandung Barat kompak lah. Jangan mau dipecah belah,” kata Ida.

Ditanya soal langkah hukum yang akan diambil, Ida mengatakan akan menunggu Panji Tirtayasa terlebih dahulu, karena kebetulan Panji sedang sakit. Ida dengan tegas mengatakan apa yang dinarasikan soal dirinya yang memiliki keinginan jadi Wakil Bupati, sama sekali tidak benar.

Pada kesempatan tersebut ketiganya sepakat untuk menciptakan kondusifitas Bandung Barat agar tidak gaduh. Mereka pun akan mengklarifikasi pihak pertama yang memposting poster hoaks tersebut melalui pendekatan personal soal apa tujuannya dan sumbernya berasal dari mana.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *