BANDUNGSATU.COM – Berani mengambil keputusan saat genting, itu lah yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin. Tidak hanya pada saat kondisi politik tidak stabil, seorang pemimpin harus berani mengabil resiko saat kondisi ekonomi sedang menurun dan tidak menentu.
Itu lah yang dilakukan oleh Hengki Kurniawan, saat menjabat sebagai Bupati Bandung Barat, ketika pariwisata di KBB ‘dilumpuhkan’ oleh Covid 19, Hengki berani mengambil resiko untuk membuka objek wisata di Lembang yang mulai ‘sekarat’ pada waktu itu.
Padahal waktu itu, Ridwan Kamil yang menjabat sebagai Gubernur Jabar saat itu masih belum merekomendasikan relaksasi untuk sektor wisata. Namun, dengan konsep jaga jarak dan membatasi pengunjung secara ketat dengan mekanisme yang diatur sedemikian rupa, keputuan Hengki memberikan relaksasi pada sektor wisata sangat tepat.
Bisnis wisata yang dikeluhkan oleh para pengusaha karena merugi, akhirnya menggeliat kembali hingga bisa survive dengan keputusan yang diambil Hengki tersebut.
Keputusan Hengki tersebut sejatinya tidak hanya menyelamatkan sektor wisata, namun secara luas telah menyelamatkan ekonomi di Bandung Barat.
Saksi dari keberanian Hengki memberi relaksasi pada sektor wisata, meski belum mendapat lampu hijau adalah Chief Executive Officer Perisai Group Perry Tristianto.
“Saya ingat betul pada saat covid-19 kang Hengki membuka wisata di wilayah Lembang meskipun pada waktu itu Pak Gubernur Ridwan Kamil memberikan nasihat apabila terjadi kerumunan dan penyebaran covid-19 ancamannya Kepala Daerah bisa di copot jabatannya,” kata Perry baru-baru ini.
Pengelola Floating Market Lembang, Farmhouse dan The Great Asia Afrika itu mengatakan dengan aksi itu Hengki terbukti peduli atas keberlangsungan hidup pelaku wisata dan menjadi penyelamat ekonomi Bandung Barat saat itu.
“Tapi Alhamdulillah berkat kolaborasi dan strategi yang baik semuanya berjalan dengan lancar dan aman. Kang Hengki seorang pemimpin yang peduli atas keberlangsungan hidup pelaku wisata dan menyelamatkan ekonomi Bandung Barat,” imbuh Perry.
Melalui keputusan itu tak heran, jika pada sosialisasi sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pasangan HADE selalu memberi perhatian khusus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Ia juga tidak menampik soal seringnya UMKM menghadapi permasalahan modal. Oleh karenanya ia pun akan menghubungkan UMKM dengan sejumlah program bantuan permodalan yang sebenarnya sudah ada sejak ia menjadi Bupati Bandung Barat.
”Sejak kami menjadi Bupati dulu sebetulnya sudah ada program-program bantuan permodalan itu. Nanti jika kami diberi mandat untuk memimpin Bandung Barat program seperti itu akan kami maksimalkan dengan sosialisasi yang masif agar UMKM bisa tahu bagaimana prosedur mendapatkan pinjaman tersebut,”ungkap Hengki.
Dalam kesempatan tersebut Hengki juga mengutarakan alasan kenapa ia senantiasa fokus pada isu UMKM di KBB. Menurutnya fokusnya pada program tersebut, bukan karena Pemda Bandung Barat kurang memperhatikan, namun potensi UMKM di KBB tumbuh sangat pesat, oleh karenanya perlu didorong kemajuannya agar stabil dan terus berkembang.
”Pemda banyak membuat program untuk UMKM, hanya saja perkembangan pertumbuhannya sangat pesat, sehingga dengan pertumbuhan UMKM ini, tentu harus didorong agar tidak layu sebelum berkembang, tapi harus terus maju. Itu sebabnya kami memberi perhatian khusus pada perkembangan dan kemajuan UMKM,” tegas Hengki.
”Mimpi kita saat ini ingin menjadikan KBB menjadi pusat logistik nasional dan regional. Investor banyak yang ingin menanam modalnya di sektor ini dan UMKM harus menjadi pendorong dan motor untuk tercapainya mimpi ini,” jelas Hengki. (*)






