BANDUNGSATU.COM – Pembangunan daerah yang bertumpu pada amanah para pendiri yang mencita-citakan Bandung Barat menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, pembangunan yang lebih merata, dan kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat, menjadi sorotan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail dalam amanatnya saat memimpin upacara Peringatan HUT Bandung Barat ke 19, Jumat (19/06).
“Pembangunan daerah harus bertumpu pada amanah para pendiri dan kepercayaan yang diberikan masyarakat. “ngajaga amanah” berarti menjaga kepercayaan rakyat melalui pemerintahan yang jujur, akuntabel, responsif, dan melayani. Sedangkan “ngawangun raharja” berarti menghadirkan pembangunan yang memberikan kesejahteraan, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh seluruh masyarakat,” kata Jeje di hadapan para peserta upacara di halaman Kantor Bupati Bandung Barat, di Mekarsari, Ngamprah.
Jeje mengatakan, semangat tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan visi Bandung Barat Amanah: agamis, maju, adaptif, nyaman, aspiratif, dan harmonis.
Atas dasar cita-caita para pendiri tersebut, Jeje mengaku bahwa pihaknya beruapaya setidaknya setahap demi setahap meweujudkan cita-cita tersebut. Sehingga, berbagai indikator makro pembangunan daerah telah menunjukkan arah yang positif.
Jeje menyebut hasil upaya kerja keras tersebut telah menghasilkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,28 persen. Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,87 persen. Inflasi tetap terjaga pada angka 2,13 persen. Tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 6,60 persen Rasio gini membaik menjadi 0,364 dan indeks pembangunan manusia meningkat menjadi 71,65 poin.
“Dalam bidang infrastruktur, Pemerintah Daerah berhasil menangani jalan kabupaten sepanjang 36,858 kilometer. capaian kondisi jalan mantap meningkat menjadi 78,80 persen, melampaui target yang ditetapkan. di bidang pelayanan dasar, capaian standar pelayanan minimal mencapai 98,50 persen. Dalam bidang tata kelola pemerintahan, kabupaten bandung barat juga mencatat kemajuan yang membanggakan. hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah menempatkan kabupaten bandung barat pada peringkat ke-95 dari 416 kabupaten secara nasional,” jelas Jeje.
Kabupaten yang lahir melalui undang-undang nomor 12 tahun 2007 tersebut, kata Jeje, juga berhasil mempertahankan opini wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.
“Capaian monitoring center for prevention komisi pemberantasan korupsi terus menunjukkan perbaikan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. implementasi sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara terus diperkuat untuk membangun birokrasi yang profesional, berkompetensi, dan berintegritas,” ungkapnya.
“Tentu saja capaian tersebut bukan hasil kerja satu pihak. melainkan hasil kolaborasi seluruh unsur Pemerintah, DPRD, forkopimda, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan seluruh masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” kata Jeje
Dibalik capaian tersebut, Jeje juga mengakui bahwa seluruh persoalan daerah belum selesai. Ia memahami masih banyak masyarakat yang merasakan pelayanan publik belum sepenuhnya sesuai harapan.
“Masih terdapat infrastruktur yang memerlukan penanganan lebih cepat. masih terdapat kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat dipenuhi. masih ada harapan-harapan yang menunggu untuk diwujudkan,” tegas Jeje.
Jeje mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Pihaknya menerima kritik, saran, dan masukan dari masyarakat sebagai bagian penting dari proses pembangunan.
“Kami juga harus memahami bahwa pembangunan daerah berlangsung dalam berbagai keterbatasan. Kapasitas fiskal daerah yang tersedia harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, pelayanan publik, pemberdayaan desa, serta berbagai kebutuhan pembangunan lainnya. Oleh karena itu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan sekaligus dalam satu waktu. Namun keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bekerja,” ungkap Jeje.
Tantangan tersebutm, kata Jeje, justru menjadi dorongan bagi pihaknya untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang semakin nyata, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat.
Jeje mengatakan, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa besar anggaran yang dibelanjakan, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.
“Semangat hari jadi ke-19 ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, memperkokoh gotong royong, dan memperteguh komitmen dalam membangun Kabupaten Bandung Barat,” jelas Jeje.
Bupati Jeje, nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, pada kesempatan tersebut menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pendiri Kabupaten Bandung Barat, DPRD, Forkopimda, ASN, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan pembangunan daerah KBB.
“Mari kita jaga amanah yang telah diwariskan para pendiri. Mari kita perkuat kolaborasi dan gotong royong. Mari kita lanjutkan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata dan berkelanjutan,” pungkas Jeje. (*)






