BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Salah satu pendiri Kabupaten Bandung Barat, Asep “Ado” Suhardi ikut bersuara soal polemik rotasi mutasi yang berujung pada pembentukan Pansus oleh DPRD Badung Barat.
Dibalik polemik yang terjadi Asep menilai bahwa rotasi mutasi yang mayoritas menempatkan putra daerah Bandung Barat adalah hal yang positif. Ia berpesan agar polemik ini, justru tidak dijawab dengan polemik lagi, melainkan dijawab dengan prestasi.
“Semonga menunjukan prestasinya. Dijawab dengan prestasi, bukan dijawab lagi dengan argument. Tunjukan kemampuan dan Bangun lah Bandung Barat,” kata Asep, Jumat (01/09)
Meski demikian ia menjabarkan bahwa rotasi mutasi harus melibatkan TPK. Namun ia melihat TPK tidak dilibatkan ada anggapan dari orang orang yang mendapat informasi tidak utuh. Meski demikian ia tidak akan menanggapi soal itu, karena ada kewenangan Gubernur dan Mendagri yang bisa menegur.
“Saya tidak akan menanggapi lebih keras soal ini dan tidak akan menanggapi soal itu, karena ada Mendagri dan Gubernur yang berwenang menegur atau membatalkan, kalau memang ada kesalahan,” kata Asep.
Ia justru menyatakan bahwa rotasi mutasi yang dilakukan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, memiliki sisi positif dengan banyaknya warga asli yang menduduki jabatan di Eselon 2 sampai 3.
“Sepanjang berdirinya Kab. Bandung Barat, ada putra daerah asli KBB, eselon 2 ada yang dilantik. Bahkan eselon 3 mencapai angka puluhan dan eselon 4 berjumalah 30 persen,” kata Asep.
Asep menjelaskan langkah tersebut adalah apa yang digaungkan Asep dan teman-temannya saat itu, dimana mereka yang membangun Bandung Barat akan lebih baik dikelola oleh putra daerah sendiri.
“Cita-cita berdirinya Kabupaten Bandung Barat itu, kabupaten itu harus dikelola oleh putra-putri terbaiknya. Ia akan punya fanatik daerah. Kalau bermuat tidak sesuai aturan maka setidaknya keluarga atau tetangga akan mengingatkan,” tegas Asep Ado Suhardi.
Seperti diketahui Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) akhirnya menyepakati dan bentuk panitia khusus (pansus) persoalan rotasi, mutasi, dan promosi pejabat yang saat ini jadi polemik.
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan menanggapi dengan santai pembentukan pansus tersebut. Hengki menganggap pembentukan Pansus adalah hal yang biasa. “Makanya kalau kemarin niatnya pak Ketua adalah untuk menyerap aspirasi ya nggak apa-apa. Kita niatkan ini sedekah paradormirmejor.org pikiran, tenaga untuk memberikan pencerahan, saya rasa nggak masalah,” kata Hengki, Kamis (31/08). (*)






