Penanganan Korban Pergeseran Tanah di Kampung Cigombong Rongga, Pemda KBB Tidak Serius

Lokasi pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigombong RW. 13 Desa Cibedug Kecamatan Rongga, K KBB hampir satu tahun yang lalu, mengharapkan warga direlokasi ke tempat lebih aman. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Setahun berlalu warga Kampung Cigombong RW 13 Desa Cibedug kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat ( KBB ), masih harus menunggu realisasi relokasi yang dijanjikan Pemerintah Daerah, imbas pergeseran tanah yang terjadi di tempat itu. Bencana itu telah menghancurkan rumah dari 47 kepala keluarga dan juga bangunan sekolah dasar di lokasi tersebut.

“Beberapa bulan kita di tampung di tempat yang telah di sediakan oleh pemerintah setempat, berdasarkan janji pemerintah daerah juga pusat akan merelokasi tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan,” kata salah satu korban bencana, Wawan, kepada wartawan (18/03).

“Kami beserta seluruh korban menunggu janji pemerintah, saat dari penampungan untuk di pasilitasi kontrakan kami pun hanya 2 bulan yang di biayai pemerintah sisanya kita yang tanggung,” imbuhnya.

Wawan berharap dengan pemerintah yang baru saat ini, bisa cepat merealisasikan janjinya.

“Dengan sudah adanya Bupati , Gubernur juga Presiden beserta wakilnya yang baru saat ini semoga mendengar keluh kesah kami korban bencana pergeseran tanah,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cigombong RT 04 RW 13 Desa Cibedug Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (21/02/2024) telah mengakibatkan 8 lokal sekolah SDN Babakan Talang Satu, mengalami keretakan pada seluruh bangunan dinding serta lantai, dan halaman sekolah.

Peristiwa itu juga mengakibatkan 4 rumah mengalami rusak sedang, 5 kepala keluarga diungsikan ke rumah kerabatnya dan 34 rumah lainnya terancam. Diketahui pula bahwa jalan lingkungan pun mengalami retakan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sihabudin waktu itu, didampingi sekretaris BPBD Agus Suhartono mengatakan sejak peristiwa yang terjadi sepekan lalu itu, pergerakan tanah masih terjadi bahkan semakin masif, imbas hujan dan labilitas tanah di sekitar lokasi.

“Di Kampung Gombong RT 04 RW 13 Desa Cibedug Kecamatan Rongga, saat ini pergerakan tanah semakin masif dan masih terus bergerak,” kata Asep, Kamis (29/02/2024).

Ia pun mengatakan pergerakan tanah sudah mulai melaju menuju aliran sungai Dadap. Pergerakan tanah bahkan sudah menggerus bangunan sekolah sampai delapan puluh persen, sehingga sudah tidak bisa lagi difungsikan untuk kegiatan belajar-mengajar karena sudah ambruk pada Rabu sore (28/02/2024).

“Pergerakan tanah sudah menuju ke aliran sungai Dadap dan untuk bangunan sekolah sudah 80% ambruk diikuti rumah-rumah warga yang secara perlahan roboh,” imbuh Asep. Petugas lapangan BPBD Kabupaten Bandung Barat, sampai saat ini masih terus melakukan pendataan berapa rumah yang ambruk.

Sementara itu sampai saat ini, kata Asep, catatan sementara pihaknya, ada 48 KK atau 12 jiwa yang mengungsi. “Data pengungsi saat ini ada 48 KK atau 192 jiwa yang tercatat sementara ini.

Adapun kebutuhan utama saat ini untuk penanganan para pengungsi adalah tenda pleton buat dapur umum. Kemudian dapur umumnya sendiri dan yang penting adalah alas tidur buat warga yang terdampak, termasuk warga yang diungsikan di gedung Islamic Center dekat Kecamatan Rongga,”jelas Asep.

Sementara itu, informasi yang didapat dilapangan oleh Bandungsatu.com. Pihak BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),  sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp.60 juta- Rp100 juta per unit untuk pembangunan rumahnya. Dan pengadaan untuk lahan diserahkan ke pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat yang harus menyediakan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *