BANDUNGSATU.COM – Agenda pemilihan Ketua Umum (Ketum) KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB), terus menjadi sorotan seiring dengan telah ditetapkannya pelaksanaan pemilihan Ketum KONI KBB yang akan diselenggarakan 12 Desember 2021.
Salah seorang tokoh pemuda KBB, Arie Somantri mengingatkan agar proses pemilihan ketua KONI harus dilakukan secara transparan dan sesuai tahapan yang sudah disepakati.
“Pemilihan Ketua KONI KBB harus dilakukanbterbuka dan transparan, jangan ada konspirasi atau hal-hal yang ditutup tutupi,” ucapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Aspekindo KBB ini juga mempertanyakan belum diumumkannya siapa saja yang berhak menjadi calon ketua.
“Sesuai aturan, dukungan bagi bakal calon itu harus ada 20% dari cabor. Tapi kenapa sampai sekarang kok tidak ada pengumuman calon ketua, ada apa sebenarnya ini?” tanyanya.
Menurutnya, dengan belum diumumkannya bakal calon ketum KONI KBB malah mengundang tanda tanya besar. Jika baru diumumkan pada saat pelaksanaan Musorkablub, berpotensi menimbulkan persoalan.
Jangan sampai terjadi kerusuhan antar cabor yang sudah memberikan dukungan. Mengingat sebenarnya sangat mudah bagi calon yang tidak memenuhi dukungan 20% suara dari cabor, telah gagal mencalonkan diri.
KONI adalah satu-satunya organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan dan mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan olahraga prestas. Janganlah dibawa ke ranah politik, karena olahraga itu mengedepankan sportifitas.
”Yang jadi siapa saja terserah, yang penting pemilihannya secara transparan, dan mampu untuk menjadi ketua. Karena tanggung jawab yang akan diemban menjadi ketua KONI cukup berat, harus ada tekad untuk memajukan olahraga di KBB,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Nurhakim






