BANDUNGSATU.COM – Pemerhati Kebijakan Publik, Kandar Karnawan, menyampaikan apresiasi terhadap Bupati Bandung, Dadang Supriatna, yang memfokuskan arah pembangunan pada penguatan desa, peningkatan daya saing, serta penanganan persoalan krusial seperti sampah dan bencana.
Dadang menyampaikan arah pembangunan tersebut, dalam momentum Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung yang mengusung tema “Bandung Lebih Bedas, Ngarawat Lembur, Ngaronjatkeun Jaman.”
Kandar Karnawan yang akrab disapa om Aan ini, menyampaikan juga bahwa Bupati Bandung selama ini sangat dekat dan peduli terhadap rakyat kecil.
“Ia juga mudah dihubungi dan cepat tanggap dalam hal apapun,” kata Kandar, Senin, (20/04)
“Yang perlu diapresiasi ia sangat bekerja keras untuk mendapatkan anggaran dari Pusat,” imbuhnya.
Ia tahu persis bagaimana sepak terjang Dadang dalam membangun Kabupaten Bandung dengan bekerja non stop tidak mengenal lelah dan waktu.
“ Kami mengajak elemen masyarakat untuk berbuat,mengkritisi membangun yang bijak dan membantu program rumah miskin,” kata Kandar.
Dadang sendiri dalam periode kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ali Syakieb, Pemkab Bandung mengusung visi besar mewujudkan daerah yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 75,58 poin, meningkat dari 74,59 poin pada tahun sebelumnya. Tingkat kemiskinan turun menjadi 6,04 persen, sementara kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0,5 persen.
Sejauh ini, Pertumbuhan ekonomi pun juga meningkat signifikan menjadi 6,32 persen dari sebelumnya 5,04 persen. Kondisi ini dinilai mampu mendorong tumbuhnya wirausaha baru, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membuka lapangan kerja.
Di sektor layanan dasar, Pemkab Bandung telah menyelesaikan pembangunan lima RSUD Bedas di wilayah Cimaung, Kertasari, Tegalluar, Arjasari, dan Pacira. Sementara itu, pembangunan infrastruktur jalan terus digenjot, dengan kondisi jalan mantap mencapai 65 persen pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi 74 persen pada 2026.
Program sosial juga terus diperkuat, salah satunya melalui perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang terealisasi sebanyak 3.489 unit pada 2025. Di bidang pendidikan, pembangunan sekolah baru hampir tuntas dengan realisasi 24 unit dari target 27 unit, serta program beasiswa BESTI yang telah membantu ratusan mahasiswa.
Namun demikian Dadang tetap sportif mengakui bahwa persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius. Saat ini, timbulan sampah di Kabupaten Bandung mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara kapasitas pembuangan ke TPA hanya 280 ton per hari.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah melakukan berbagai langkah, mulai dari optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS 3R, penerapan program zero waste, hingga pengembangan pengolahan sampah menjadi energi melalui teknologi RDF.
Selain sampah, ancaman bencana juga menjadi perhatian utama. Dalam beberapa waktu terakhir, Kabupaten Bandung kerap dilanda banjir, longsor, hingga puting beliung. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk aeroseeding dengan penebaran sekitar 5,2 juta benih di wilayah prioritas. (*)






