Pelanggan Pasar Tagog Lari, Disperindag Akui Harus Selesaikan Masalah PKL dan Kepadatan Lalu Lintas Sekitar Pasar

Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Foto/BANDUNGSATU.COM
Pasar Tagog Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Kesemberawutan PKL (Pedagang Kaki Lima- red) di Pasar Tagog Padalarang dikeluhkan sejumlah pedagang. PKL di pasar tersebut diakui menjadi penghambat warga yang ingin berbelanja di los yang ada di pasar tersebut.

Menanggapi keluhan tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Ricky Riyadi mengatakan Pasar Tagog siap menerima untuk menampung PKL yang ada di luar.

“Kios yang ada di Pasar Tagog itu kan banyak yang belum terisi, Insya Allah dapat menampung semua PKL yang berada di luar. Saya juga sudah minta pada pihak Pasar Tagog, untuk menyelesaikan harga kios pada para PKL yang akan dipeindahkan ke dalam,” kata Ricky, Kamis (20/06).

Ricky juga mengatakan bahwa Pasar Tagog dan Pasar Curug Agung memang perlu ditata. Apalagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan KBB Menerima laporan bahwa 40% PKL tersebut sudah memiliki lapak di dalam Pasar Tagog.

“Nantinya biaya sewa yang dibebankan pada PKL yang akan disediakan tempat untuk disewa harus diperhatikan, antara pendapatan dan juga uang sewanya agar tidak memberatkan,” imbuh Ricky.

Ia juga mengatakan, selain PKL memang kepadatan lalin di depan pasar tersebut membuat orang menjadi malas untuk berbelanja di pasar itu. Oleh karenanya Disperindag ingin berkoordinasi dengan Satpol PP, Dinas Perhubungan dan stake holder terkait untuk bisa memikirkan rekayasa lalu lintas yang bisa mengurangi kepadatan.

“Saya juga sudah komunikasikan dengan Dinas Perhubungan. Dishub pun nanti mungkin berkoordinasi dengan Polres Cimahi dan sejumlah OPD lainnya untuk mengatasi masalah itu,” kata Ricky seraya menambahkan bahwa pedagang juga menginginkan bahwa di depan Pasar Curug Agung lalu lintas bisa hidup dengan cara menjadikannya dua arah.

Ricky mengatakan pula, bahwa angkot pun nantinya akan dimasukan kembali untuk parkir di terminal, karena setelah Stasiun Whoosh beroperasi justru banyak angkot yang ngetem di depan stasiun yang mengakibatkan makin parahnya kepadatan di sekitar Lokasi.

Kondisi PKL dan kepadatan lalu lintas tersebut diakui sejumlah pedagang, membuat pelanggan mereka lari dan enggan datang lagi ke Pasar Tagog dan Pasar Curug Agung. Mereka pun kemudian berharap agar dinas terkait memberi perhatian dan segera menuntaskan permasalahan tersebut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *