BANDUNGSATU.COM – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mengonsolidasikan kekuatan internal partai dengan satu pesan utama, kader tidak cukup hanya sibuk urusan politik elektoral, tetapi harus siap menjadi tempat rakyat mengadu persoalan hidup sehari-hari.
Hal tersebut dilakukan, menyusul situasi ekonomi yang disebut semakin menekan masyarakat, saat ini.
Pesan itu mengemuka dalam konsolidasi internal PDIP Bandung Barat yang dihadiri jajaran pengurus partai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting, bersama sejumlah petinggi DPP dan DPD PDIP Jawa Barat.
Ketua DPC PDIP KBB, Tuti Turimayanti mengatakan, kehadiran Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi Politik DPP PDIP, Adian Napitupulu menjadi upaya membangkitkan kembali soliditas kader pasca pelaksanaan Kompercab, Musancab, dan Musran di internal partai.
Selain dihadiri Adian, terlihat pula Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono, Bendahara DPD Budi Sembiring, serta Wasekjen Internal DPD Ida Widaningsih.
Konsolidasi kali ini tidak hanya bicara soal mesin partai menuju Pemilu 2029, di hadapan kader, Adian disebut lebih banyak menekankan pentingnya kehadiran partai di tengah persoalan konkret masyarakat.
“PDI Perjuangan harus menjadi rumah besar rakyat Bandung Barat untuk menyampaikan aspirasi dan menyelesaikan persoalan mereka,” ungkap Tuti di Kantor Sekretariat DPC PDIP KBB, Jumat, (15/05).
Tuti mengatakan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini menjadi alasan mengapa kader partai diminta tidak sekadar bergerak secara administratif atau seremonial.
Sementara itu, Aldian Napitupulu menekankan seluruh struktur partai, mulai DPC, PAC, ranting hingga anak ranting untuk siap mendampingi masyarakat dalam berbagai persoalan, mulai urusan kesehatan, pendidikan, hingga administrasi dasar.
“Bukan hanya teoritis, tapi aplikasi langsung membantu rakyat,” kata Aldian.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana partai politik mulai membaca meningkatnya keresahan sosial masyarakat di tengah situasi ekonomi nasional yang dinilai belum sepenuhnya stabil.
Tuti menyebut kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, sehingga kader partai dituntut hadir lebih nyata di lapangan.
Di sisi lain, turunnya Adian Napitupulu ke daerah juga dinilai bukan agenda biasa. Bandung Barat menjadi daerah ketujuh yang dikunjungi Adian dalam rangkaian konsolidasi keliling Jawa Barat sebelum bergerak ke wilayah lain di Indonesia.
Sebagai politikus yang dikenal berlatar belakang aktivis, Adian dinilai memiliki pengaruh kuat dalam membangkitkan semangat kader akar rumput.
“Spirit yang dibangun Bang Adian berbeda. Cara menggugah kader juga berbeda,” ungkap Tuti.
Menurut Tuti, kehadiran figur yang dianggap dekat dengan tradisi aktivisme membuat konsolidasi internal partai terasa lebih hidup di tengah kejenuhan politik pasca agenda organisasi internal.
PDIP KBB berharap konsolidasi tersebut mampu memperkuat soliditas kader sekaligus mengarahkan gerak partai agar lebih tepat sasaran dalam menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sebab di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan sosial warga, partai politik dinilai tidak cukup hanya hadir menjelang pemilu, tetapi juga diuji sejauh mana mampu menjadi sandaran masyarakat saat kondisi sedang sulit,” pungkas Tuti. (*)






