Pasar Sayur dan Buah Modern Diresmikan di Lembang, Akomodir Produksi Pertanian Warga Setempat

Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, Kapolres Cimahi, AKBP. Tri Suhartanto dan Pengelola Pasar Modern Sayur dan Buah - buahan, Senin (02/09). Foto/BANDUNGSATU.COM
Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir, Kapolres Cimahi, AKBP. Tri Suhartanto dan Pengelola Pasar Modern Sayur dan Buah - buahan, Senin (02/09). Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim, hari ini, Senin (02/09) meresmikan Pasar Modern Market Lembang, ritel sayuran dan buah-buahan, yang berlokasi di Jl.Raya Lembang. Ade Zakir mengatakan modern market ini, dalam operasinya menampung para pedagang eks pasar Panorama Lembang yang tidak tertampung.

“Hari ini saya meresmikan Pasar modern market Lembang, ritel sayuran dan buah-buahan. Jadi lokasi ini rupanya pindahan dari lokasi sebelumnya. Jadi latar belakangnya memang dari renovasi pasar Panorama Lembang ya dulu itu ada yang tidak tertampung itu dikumpulkan. Disana sudah tidak memungkinkan jadi dibangunkan disini,” kata Ade.

Ia juga mengatakan bahwa, pasar modern yang diresmikan tersebut sudah memiliki ijin lengkap. Selain itu secara bertahap akan disempurnakan kelengkapannya termasuk tanda petunjuk dan peta lokasi.

“Perizinan? Saya sudah cek ke kadis perijinan alhamdulilah perijinan sudah lengkap. Karena memang saya tidak mau meresmikan kalau belum lengkap. Karena ini masih dalam proses penyempurnaan jadi nanti ditambahkan. Karena memang ini daerah rawan bencana barangkali rambu-rambu petunjuk, titik berkumpul, evakuasi nanti bisa dilengkapi oleh pengelola,” jelas Ade Zakir.

“Harapan kami sama kalau kita lihat secara umum petani itu yang tertarik menjadi petani dari Kalangan muda itu berkurang, lahan juga berkurang. Mungkin untuk pertanian yang bisa mengumpulkan hasil pertanian satu ton lebih itu gampang menjual,” imbuh Ade.

Ade juga mengatakan bahwa pasar modern tersebut dibangun untuk menjembatani para petani di Lembang agar mudah memasarkan hasil taninya, dengan biaya produksi yang sangat minim.

“Ini petani kiloan yang 20 kg 50 kg barangkali nanti bisa ditampung disini. Jadi tempat penjualan nya ada dan bisa memangkas rantai penjualan. Jadi barangnya lebih segar dan harganya lebih murah dan rantai penjualannya bisa dipangkas biaya transportasi dana lainnya,” tukas Ade.

Ade menegaskan bahwa pasar tersebut menampung hasil tani dari warga Lembang dan sekitarnya, meliputi Parongpong, Lembang dan Cisarua.

“Pasar ini bukan hanya sebagai pusat jual beli tapi juga dorongan pertanian. Seperti di Pasar Tagog Padalarang itu sayurannya di Caringin. Kalau disini tadi saya keliling memang hasilnya dari para petani di sekitar Parongpong, Lembang dan Cisarua. Jadi mudah-mudahan selamanya bisa mengakomodir petani lokal yang kecil,” ungkap Ade.

Ia juga mengatakan, bahwa tujuan pemerintah, walaupun pasar tersebut dibangun oleh swasta, tetap untuk mensejahterakan masyarakat.

“Ada dua hal yang bisa kita lihat. Satu petani kecil bisa menjual langsung masyarakat bisa membeli lebih murah. Itu nilai positif di dini,” jelas Ade.

Sementara itu pengelola pasar modern tersebut, Muhammad Totoh Gunawan, mengatakan bahwa pasar tersebut bisa menampung sebanyak 400 pedagang. Ia juga menyebut bahwa dibangunnya pasar itu, berawal dari kepedualiannya melihat produksi pertanian yang terus berkurang, karena lahan di Lembang dan sekitarnya sudah tergerus oleh Pariwisata.

“Pusat sayur ini didirikan berawal dari dari kepedulian kita yang mana petani ada dua kategori yang besar dan kecil. Tadi disinggung bahwa lahan-lahan pertanian sudah bergeser sama pariwisata. Jadi sekarang panennya gak kaya dulu 1 sampai dua ton, apalagi 10 ton. Itu sudah gak ada. Hanya 10-20 kg, jadi mereka repot memasarkan. Oleh karena itu kita tampung di sini,” jelas Totoh.

Totoh juga mengatakn bahwa di pasar tersebut hasil petani langsung dijual. Tidak ditampung dulu, sehingga hasilnya berbeda. Sayur mayurnya lebih fresh dan memiliki kualitas yang lebih baik dari sayuran yang dijual di pasar pada umumya.

“Kalau segi kualitas itu semakin bagus. Tidak akan kalah, karena dari petani langsung dijual. Kalau daerah lain kan ada penampungan dulu di gudang, naik ke truk kena matahari, perjalanan pasti kualitasnya tidak fresh. Jadi kualitasnya tidak kalah dengan di supermarket. Karena mereka ngambilnya disini untuk nantinya dikirim ke Lotte dan swalayan lain,” jelas Totoh. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *