BANDUNGSATU.COM– Calon Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengaku, sejauh ini dirinya bersama Calon Wakil Bupati Bandung Barat, Ade Sudrajat, sudah menemui berbagai elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Bandung Barat.
Dalam setiap sosialisasi, Hengki mengatakan, Pasangan Hade telah banyak mendengar aspirasi masyarakat menjelang Pilkada Bandung Barat 2024, November mendatang.
“Banyak hal dari berbagai kelompok, komunitas atau tiap desa dan kecamatan tentu kebutuhannya berbeda-beda,” kata Hengki saat ditemui sesudah pelantikan Ketua MUI Kabupaten Bandung Barat di Masjid Asshidiq Mekarsari, Ngamprah, Selasa (17/09).
Dari seluruh tempat yang dikunjungi pasangan HADE, kata Hengki, banyak kebutuhan masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang ingin terpenuhi kedepannya.
“Nah 165 desa yang pernah didatangi kita juga sudah mengidentifikasi kebutuhan di sana, seperti air, kemudian yang paling sering seperti sandang pangan yang memang harus dibantu,” katanya.
Hengki juga mengatakan, berdasarkan hasil blusukan tersebut sejumlah program disiapkan pasangan HADE yang bakal digulirkan ketika terpilih di Pilkada Bandung Barat 2024 mendatang.
“Misalnya muncul seragam sekolah gratis karena ada aspirasi dari ibu-ibu. Terutama dalam memasuki tahun ajaran baru biasanya kebutuhan lumayan besar selain dari lainnya yaitu seragam,” ungkap Hengki.
Selain itu, kata Hengki, pihaknya akan menggulirkan program satu Desa satu miliar. Program tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan Desa di Kabupaten Bandung Barat.
“Termasuk satu Desa 1 miliar, kita hitung secara cermat itu sangat masuk akal, rasional bahkan minimal tentu harapan kita bisa lebih. Karena investasi yang masuk di 2022 kami berharap itu bisa menjadi sumber PAD ke depan,” katanya.
Ia pun mengatakan bahwa PAD Kabupaten Bandung Barat nantinya akan bertambah dari optimalisasi keberadaan BumDes di setiap desa di Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 165 Desa.
“Termasuk PAD dari BUMD, apabila memang temen-temen legislatif sepakat jika pasangan HADE terpilih kita sudah merancang unit usahanya,” katanya.
Ia menegaskan, realisasi pajak kendaraan bermotor pun dinilai cukup potensial menambah PAD Bandung Barat yang dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
“Lalu pajak kendaraan motor yang porsinya lebih besar termasuk juga dari optimalisasi dari wisata kita sudah menghitung itu potensinya cukup luar biasa,” tegasnya.(*)






