BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat memberikan bantuan program pemberdayaan usaha kepada 16 pondok pesantren (Ponpes) di wilayah Bandung Barat. Program ini diluncurkan berbarengan dengan peringatan hari jadi KBB ke 16 dan juga Baznas KBB menyalurkan bantuan tas sekolah dan alat-alat tulis yang diberikan langsung oleh Bupati Bandung Barat kepada siswa-siswi sekolah dasar.
Program pemberdayaan usaha tersebut diberi nama Program Pesantren Berdaya yang bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian serta jiwa entrepreneur di kalangan ponpes agar para santri bisa semakin produktif.
“Di Kabupaten Bandung Barat sebenarnya ada ratusan pesantren, namun untuk tahap uji coba dan percontohan, baru 16 pesantren yang mendapatkan program pemberdayaan ini,” ujar Wakil Ketua 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KBB, Saiful Rachman, Selasa (20/6).
Saiful menyebut, program pemberdayaan ponpes tersebut baru dirintis di tahun ini dan pada tahap awal program ini baru menyasar ke-16 pesantren yang tersebar di semua kecamatan yang ada di KBB.
“Program pemberdayaan pesantren ini berupa pemberian modal usah. Seperti untuk usaha ternak domba, ayam, dan usaha kuliner,” sebutnya.
Menurut Saiful, mereka bisa memaksimalkan potensi yang ada di pesantren untuk mendukung usaha yang dirintis.
“Bantuan yang diberikan berupa Rp10 juta per pesantren dan peruntukannya untuk modal usaha,” katanya.
Nantinya, sambung Saiful, ada proses pendampingan dari pihak Baznas agar usaha yang dijalankan bisa berhasil dan memberikan manfaat bagi lingkungan pesantren.
“Proses pendampingan yang dilakukan selama enam bulan, itu dilakukan sebelum penyaluran yang bekerja sama dengan bank Bank bjb,” ujarnya.
Terkait dengan persyaratan dari pesantren yang mendapatkan program ini, terang Saiful, pesantrennya harus memiliki santri mukim di atas 100 santri.
Kemudian memiliki legalitas perizinan dan sudah ada rintisan usaha yang bisa dikembangkan di lingkungan pesantrennya.
“Program ini berkelanjutan, tahun depan ada lagi dan menyasar pesantren yang belum dapat bantuan,” ucapnya.
“Tapi nilai bantuannya menyesuaikan dengan penghimpunan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh, oleh Baznas,” tegasnya. (*)






