Paguyuban Klub Voli KBB Gelar Turnamen di 16 Kecamatan Tanpa APBD, Animo Peserta Membludak

Klub Rananta dari Lembang keluar sebagai juara setelah mengalahkan Famili dari Sariwangi pada kejuaraan bola voli se-KBB yang digelar Paguyuban Klub Voli KBB di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Minggu (12/6/2022). Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Paguyuban klub voli Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar kejuaran bola voli, klub-klub voli se-KBB. Kegiatan ini untuk mengisi kevakuman kompetisi dimana kejuaraan digelar secara maraton di 16 kecamatan.

“Sampai Juni 2022 ini, sudah lima kali digelar. Terakhir, Minggu (12/6/2022) berlangsung di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua,” kata Sekretaris Paguyuban Klub Bola Voli KBB Bob Sofyan di Padalarang, Senin (13/6/2022).

Dikatakannya, ada 11 klub yang diundang untuk mengikuti turnamen ini. Tidak hanya dari KBB tapi dari luar, seperti klub asal Kota Bandung.

“Pada partai final, klub Rananta dari Lembang keluar sebagai juara setelah mengalahkan Famili dari Sariwangi,” ujarnya.

Dirinya mengungkapkan, dari setiap gelaran total hadiah yang disiapkan mencapai Rp10 juta. Seluruh hadiah disediakan oleh paguyuban.

“Sama sekali tidak menggunakan APBD atau anggaran pemerintah. Semua hadiah yang disediakan murni hasil rereongan anggota paguyuban,” tandasnya.

Ia menjelaskan, paguyuban merupakan perkumpulan yang independen tidak terkait PBVSI KBB

“Paguyuban akan menyiapkan atlet-atlet yang akan diikutsertakan pada kejuaraan daerah maupun kejuaraan tingkat nasional,” tandasnya.

Paguyuban akan merekrut atlet terbaik  yang berasal dari klub-klub peserta turnamen. Ditargetkan sampai akhir tahun ini, turnamen selesai digelar di 16 kecamatan. Dari sanalah potensi atlet yang ada di tiap kecamatan akan dipantau.

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Golkar Edi Rusyandi, memberikan apresiasi kepada Paguyuban Klub Bola Voli KBB yang menggelar turnamen secara road show di seluruh kecamatan.

Menurutnya, itu menjadi langkah positif untuk mencari bibit atlet bola voli dari setiap pelosok KBB sehingga menghasilkan generasi emas.

“Di samping melahirkan atlet berpotensi, penyelenggaraan turnamen yang digelar paguyuban dapat menghibur masyarakat sekaligus juga menggairahkan kembali orang untuk berolahraga,” ujarnya. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *