Mustasyar PCNU KBB, Rais Syuriah, dan Ketua Golkar Hadiri Pelantikan Pengurus PC PSNU Pagar Nusa

Mustasyar PCNU Yayat T Soemitra bersama Ketua Rais Syuriah PCNU Aa Maulana beserta sejumlah elit partai di KBB di Pondok Pesantren Manbaul Falah, saat pengukuhan pengurus PC Pencak Silat Nahdhlatul Ulama Pagar Nusa KBB. Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Mustasyar Pimpinan Cabang Nahdhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Yayat T Soemitra beserta sejumlah para elit partai di KBB berkumpul di Pondok Pesantren Manbaul Falah, Desa Cipatik, Kecamatan Cihampelas, KBB.

Mereka menjadi saksi dikukuhkannya pengurus Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdhlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa KBB yang juga disaksikan sejumlah Pendekar dan Srikandi Pagar Nusa, serta sejumlah santri di Pondok Pesantren Manbaul Falah, Senin (12/9/2022).

Kegiatan ini juga dihadir Ketua DPD Partai Golkar KBB Dadan Supardan, anggota DPRD Jabar Edi Rusyandi dari Fraksi Partai Golkar, Ketua Rais Syuriah PCNU KBB, KH Aa Maulana. Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa, Edi Junaedi, Ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, Asep Saepul Millah, dan Ketua Tanfidziyah PC NU KBB, Agus Mulyadi

Acara pelantikan diawali dengan penampilan seni pencak silat jurus pembuka murid-murid dari Perguruan Silat Pusaka Putra Gumelar dari Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah. Kemudian atraksi debus dari Perguruan Silat Putra Gumelar Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah. Serta penampilan jurus penutup dari PAC Pagar Nusa Kecamatan Cililin.

“Pencak silat merupakan seni bela diri yang sudah jadi budaya tradisional khas di Indonesia sehingga harus dilestarikan,” kata Mustasyar PCNU KBB, Yayat T Soemitra, Selasa (13/9/2022).

Wanhat GP Ansor ini meyebutkan, keberadaan PC PSNU Pagar Nusa di KBB menjadi salah satu pendukung dalam pelestarian seni bela tradisonal. Terutama nilai budaya masyarakat Sunda yang kini cenderung semakin terancam dan pudar. Mengingat dalam pencak silat juga terkandung nilai-nilai filosofis, moral, ahlak, etika, dan nilai keagamaan.

Menurutnya, PSNU Pagar Nusa sebagai bagian dari badan otonom (banom) NU juga menjadi sarana berkhidmat. Termasuk mengabdi, berbakti kepada NU yang didalamnya menjaga para kiai dan ulama sebagai figur yang dapat mentafsirkan alquran dan hadis sebagai petunjuk bagi seluruh umat muslim.

“Animo anak muda di KBB terhadap pencak silat juga cukup tinggi, hal itu tidak terlepas dari dorongan serta motivasi dari para pelatih dan pengurus yang diwariskan dari para leluhur NU,” ucap Yayat yang merupakan Wakil Bupati Bandung Barat Periode 2013-2018.

Ketua PC PSNU Pagar Nusa KBB Ae Tajudin menyebutkan, pelantikan pengurus baru ini sebagai langkah awal untuk melaksanakan visi misi organisasi melalui prinsip perjuangan la gholiba illa billah. “Kami juga akan lebih memperkenalkan pencak silat Pagar Nusa ke pesantren, sekolah sekolah, dan elemen lainnya,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dihadir Ketua DPD Partai Golkar KBB Dadan Supardan, anggota DPRD Jabar Edi Rusyandi dari Fraksi Partai Golkar, Ketua Rais Syuriah PCNU KBB, KH Aa Maulana. Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa, Edi Junaedi, Ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, Asep Saepul Millah, dan Ketua Tanfidziyah PC NU KBB, Agus Mulyadi. (*)

Editor : Rizki Nurhakim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *