BANDUNGSATU.COM – Pengurus klub voli resmi yang tercatat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) meradang. Pasalnya mereka tak dilibatkan dalam agenda Muskab Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) KBB yang digelar akhir Juli 2021.
Oleh karenanya mereka menganggap jikan pelaksanaan Muskab PBVSI KBB tahun 2021 dianggap tidak sah dan cacat hukum. Pasalnya pada kegiatan Muskab yang agendanya pemilihan ketua periode 2021-2026 tersebut, tidak melibatkan klub-klub bola voli resmi dan malah mengundang klub tidak resmi.
“Muskab PBVSI KBB cacat hukum tidak sah, sehingga harus diulang. Masa klub yang resmi tidak dilibatkan, lalu yang memilih dan memutuskan ketua terpilih siapa, dasarnya apa?” tanya Sekjen Klub Voli Dollar, Bob Sofyan, Sabtu (7/8/2021).
Bob yang juga merupakan perwakilan paguyuhan klub voli resmi di KBB menegaskan, Muskab PBVSI KBB yang digelar di Hotel Panorama Lembang, maladministrasi. Saat itu ada 10 tanda tangan peserta yang semuanya bukan merupakan perwakilan klub voli resmi di KBB.

Dia pun mendengar jika gelaran Muskab PBVSI tersebut terlaksana atas dukungan dan dibiayai oleh salah seorang anggota DPRD KBB dari PPP yang merupakan warga Lembang. Sehingga patut dipertanyakan korelasinya dengan agenda tersebut.
“Saya akan adukan pelanggaran itu ke Pengcab KBB dan Pengprov Jabar. Bahwa terpilihnya Yayan secara aklamasi sebagai ketua dalam Muskab itu tidak sah,” tegas Bob.
Menurutnya, berdasarkan yang tercatat secara resmi klub voli di KBB di antaranya Klub Dollar, Alva, Baraja, SPS, Ijhon Jambi, Selaras, Prabumora, dan Klub RJB. Namun pengurus atau perwakilan dari para pengurus klub itu tidak ada yang diundang ataupun dilibatkan dalam Muskab tersebut.
“Gelaran Muskab PBVSI KBB tidak sesuai dengan AD/ART organisasi. Makanya kami juga mempertanyakan kenapa yang diundang hadir, bukan perwakilan klub yang legalitasnya resmi,” tandasnya. (*)
Editor : Rizki Nurhakim






