BANDUNGSATU.COM- Setelah dinyatakan hilang sejak Minggu (12/07), MN (23), wanita asal Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menjadi korban penculikan, kini telah kembali ke rumahnya.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat, MN dipulangkan oleh terduga pelaku, MRSA (23) pada Selasa (21/07) siang.
“Betul, alhamdulillah hari ini sudah kembali ke keluarga, korban sudah dipulangkan, tadi siang sampai Bandung sekitar jam 2 siang,” ujar Fakhmi.
Fakhmi menjelaskan, MN telah berada di rumahnya, di Kampung Rancapanggung, Desa Rancapanggung, Cililin, Bandung Barat. Secara fisik, korban tidak mengalami luka. Namun, korban terlihat masih dalam keadaan trauma.
“Sudah di rumah, kondisi sehat, selamat, kami cek langsung ke rumahnya. Memang terlihat ada trauma,” ungkap Fakhmi.
Fakhmi juga mengatakan, polisi masih menggali keterangan utuh terkait benang merah dugaan 0penculikan yang dialami MN. Keterangan dari korban dan pihak keluarga, akan dijadikan dasar tindak lanjut atas laporan yang dilakukan oleh pihak keluarga.
“Kita tidak bisa memaksakan dengan kondisi korban, nanti akan kami usulkan ada pendampingan trauma juga, ke depan kami akan mengkonfirmasi ke pihak keluarga, seperti apa,” tegas Fakhmi.
Sementara itu perwakilan keluarga MN, Silma Azizah (19) mengonfirmasi hal serupa. MN saat ini telah berada di rumah setelah sebelumnya dinyatakan hilang sejak Minggu (12/07).
“Alhamdulillah kakak saya sekarang sudah berada di rumah dalam keadaan selamat, sehat, kembali secara utuh, sampai rumah sorean. Terima kasih ke pak polisi dan yang lain yang udah membantu proses pencarian,” kata Silma.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cililin, Ipda Fakhmi Zainal Hidayat mengatakan, korban diantar pulang oleh terduga pelaku, MRSA (23), namun tidak sampai rumah korban.
“Jadi di hari kemarin mereka berangkat dari Baturaja (Sumsel), dipulangkan bersama keluarga terduga pelaku sebenarnya, jadi ada ibu dan terduga yang mengantar ke Bandung,” kata Fakhmi, Selasa (21/07).
Menurut Fakhmi, korban tidak diantar sampai ke rumahnya di Desa Rancapanggung, Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB). MN hanya diantar sampai ke terminal Leuwipanjang Kota Bandung.
“Jadi tadi sampai terminal itu sekitar jam 2 siang, cuma terduga dan pelaku ini turun sebelum terminal, lalu pergi,” jelas Fakhmi..
Fakhmi menambahkan, pihak keluarga telah mendapatan kabar perihal kepulangan MN. MN kemudian dijemput langsung oleh sang paman di Terminal Leuwipanjang.
“Jadi dijemput sama pamannya, langsung dibawa ke rumah, jadi terduga pelaku ini tidak mengantar sampai rumah, sebelum terminal dia turun duluan,” jelasnya. (*)






