CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – Masyarakat di Kota Cimahi kembali mengeluhkan kenaikan harga beras. Selain harga yang naik, sejak dua hari terakhir beras premium di minimart pun sulit didapatkan.
Ucok salah seorang pedagang beras di Cibabat Cimahi, mengaku kebingungan menentukan harga eceran karena harga beras yang cederung berubah hamper setia hari.
“Sebulan lalu masih ada yang 14 setengah kang, sekarang paling murah 15 setengah. Yang medium 16 setengah dan yang bagus 17 setengah,” kata Ucok, Rabu siang (14/02)
Ia pun mengatakan bahwa stok yang ia siapkan tidak begitu banyak karena dikhawatirkan harga akan kembali mengalami kenaikan.
Salah seorang pembeli beras di toko Ucok, Ipah mengaku bahwa saat ia berkunjung ke kampung halamannya di Rajamandala saja, petani yang memiliki sawah pun saat memberi beras berada di kisaran 16 ribu sampai 17 ribu rupiah.
“Di desa saya, di Rajamandala, yang punya sawah aja beli beras dengan harga sama pa. Segini masih lumayan harga tidak jauh beda di sini,” kata Ipah.
Sementara itu Rusli, pemilik warung di Kampung Baru, Jalan Sentral Kota Cimahi mengaku dua hari lalu, (Senin, 12 Feb, Red), masih menjual beras seharga Rp 16 ribu. Tapi saat ini sudah tidak bisa ia jual dengan harga yang sama.
“Dua hari lalu saya masih punya beras dengan harga 16 ribu, tapi hari ini yang bisa saya jual adalah harga 17 setengah,” kata Rusli.
Ia sendiri bingung dengan stok, karena jika membeli terlalu banyak stok khawatir merugi.
Tidak jauh berbeda di Pasar Cimindi pun harga berkisar anatar 16 sampai 18 ribu rupiah. Feni, ibu rumah tangga asal Cigugur Tengah, Kota Cimahi yang ditemui Rabu sore mengungkapkan bahwa beras yang bagus saat ini bahkan menembus harga 18 ribu rupiah di pasar tersebut.
“Ini saya baru beli 2 kilo yang bagus. Harganya Rp 18 ribu. Saya biasanya sekali beli 5 kilo, waktu harga masih antara 14 sampai 16 ribu. Sekarang sudah naik mah, saya hanya beli dua kilo aja.
Baik Ucok, Rusli dan Feni berharap, pemerintah segera tanggap atas situasi ini, karena beras adalah makanan Pokok, sehingga harga pun bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. (*)






