BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Menyusul ditemukannya dua kerangaka jenazah di Kompleks Tanimulya Indah, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Polres Cimahi dan Tim Forensik RS Sartika Asih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Selasa (30/07).
Pada saat olah TKP, polisi dan Tim Forensik RS Sartika Asih melakukan pendalaman terkait barang-barang yang ditemukan sebagai petunjuk untuk menentukan apakah penemuan kerangka ini tersebut ada keterkaitan dengan adanya suatu tindak pidana.
“Memang dari barang-barang yang kita temukan sudah ada bukti petunjuk, namun kami masih menunggu hasil dari tim forensik untuk bisa mengetahui penyebab dari kematian, sehingga kita bisa menyimpulkan,” kata Kapolres Cimahi, AKBP Tri Suhartanto di lokasi kejadian, Selasa (30/07).
Pada kesempatan tersebut Tri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun. Nantinya tim forensic yang akan memberikan penjelasan selepas olah TKP agar kasus ini bisa segera mendapatkan kesimpulan.
“Kami mohon doa restunya, kami mohon doa dari semuanya agar permasalahan ini bisa kita segera memberikan kesimpulan,” katanya.
Tri juga mengatakan, kendati sebelumnya identitas dua kerangka manusia itu sudah diketahui, namun pihaknya harus memastikan dengan jelas dan pasti identitas tersebut.
“Jangan sampai kita berpersepsi. Dengan dibantu tim forensik, mereka bisa menentukan dengan tes DNA dan barang bukti penunjang yang memang bisa membenarkan kedua kerangka manusia itu adalah orang yang kita maksud,” jelas Tri.
Selain itu, meski kesimpulan bisa dibuat, kata Tri, pihaknya tetap harus bisa menjelaskan secara lengkap permasalahan yang sebenarnya.
“Jadi tidak ada nanti yang sepenggal-sepenggal, sebab nanti multi tafsir jadinya. Betul memang sudah ada bukti-bukti penunjang dan bukti-bukti petunjuk,” ujarnya.
“Ya itu tadi, kita sampaikan bahwa kita masih memerlukan bukti-bukti yang lain, yaitu apa penyebab kematian dari kedua korban tersebut baru kita bisa menjelaskan,” imbuh Tri.
Saat ini kata Tri, yang terungkap baru persepsi. Kepolisian menghindari adanya persepsi karena masih dalam penyelidikan. Ia menambahkan bahwa bukti lah yang nanti bisa mengungkap peristiwa sebenarnya.
Sejauh ini, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari saksi awal yang menemukan pertama kali kondisi, ketua RT hingga tetangga sebelah TKP.
“Nanti kita masih akan terus melakukan pemeriksaan dari keterangan-keterangan saksi-saksi yang sudah kita siapkan untuk dimintai keterangan,” kata Tri.(*)






