Masa Darurat Sampah di Bandung Diperpanjang, Pemkot Bandung Kerja Keras Kurangi Sampah dari Rumah

Sampah masih menumpuk di pasar yang berada di Kota Bandung, masa darurat sampah di Kota Bandung diperpanjang , Pemkot Bandungkerja keras kurangi sampah dari rumah. Foto/Istimewa

BANDUNG, BANDUNGSATU.COM – Diperpanjangnya masa Tanggap Darurat Sampah di Kota Bandung sampai 25 Oktober mendatang membauat Pemkot Bandung bekerja keras mengurangi sampah dengan pengelolaan sampah mandiri. Sejak mulai tingkat RT, pengelolaan sampah mandiri yang di mulai dari tingkat rumah tangga, direspon baik oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Kota Bandung selaku Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Sampah, Ema Sumarna, Kamis (13/10)

“Saya sudah melihat pergerakan walaupun belum masif namun pergerakan sudah ada. RT dan RW komitmennya sudah kelihatan, seluruh stakeholder di kewilayahan kelurahan, kecamatan juga cukup bagus,” kata Ema.

Saat ini jumlah Kawasan Bebas Sampah, kata Ema, terus bertambah menjadi 272 KBS. Ini akan terus diupayakan bertambah dengan berbagai program dan pendampingan yang dilakukan Pemkot Bandung.

“Mudah-mudahan bisa terukur ada volume sampah yang berkurang. Dan sampah juga hadir menghadirkan potensi ekonomi,” katanya.

Ema mengaku terus melakukan pemantauan perkembangan penanganan sampah di kewilayahan. Para Camat dan Lurah harus mampu menggerakkan seluruh stakeholder di kewilayahan untuk bersama menghadirkan kawasan bebas sampah yang baru.

Ema mengatakan, telah berkeliling ke 7 Kecamatan yakni Cicendo, Andir, Astanaanyar, Batununggal, Lengkong Cibeunying Kidul dan Cibeunying Kaler untuk melakukan monitoring penanganan sampah di masa darurat sampah.

“Saya terus bergerak memantau progres penanganan di kewilayahan bagaimana camat dan lurah menggerakkan stakeholder yang ada di sana ada LKK, LPM, RW RT Karang Taruna PKK semua harus bahu membahu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh OPD di Kota Bandung yang telah menghadirkan perilaku pengurangan sampah di lingkungan perkantoran pemerintah.

“Termasuk saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran OPD untuk menghadirkan perilaku yang sama kita terus berkomitmen bahwa kita ingin menghadirkan peradaban terbarukan bahwa sampah selesai di diri kita tidak lagi dibuang ke TPS dan TPA,” ungkapnya.

Penanganan sampah mandiri pun telah dilakukan di beberapa hotel, pusat perbelanjaan, hotel, sekolah dan lingkungan rumah sakit.

Ema mengaku optimistis dengan komitmen dan konsistensi serta adanya kesadaran komunal dapat menghadirkan Kota Bandung sebagai Zero Waste City (Kota Bebas Sampah).

“Kita sama sama mencintai kota ini dengan menghadirkan kota bebas sampah dan itu bukan berat jika muncul kesadaran komunal, jangan sampai kendor. Sehingga sedikit demi sedikit persoalan kota ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *