Makin Banyak Balon Bupati Muncul, Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat: “Tidak Mudah Mempengaruhi Pilihan Warga KBB”

Para bakal calon Bupati yang ramai saat ini, medsos maupun dikalangan masyarakat KBB yang akan ikut dalam Pilkada KBB 2024 bulan November yang akan datang. Foto/Dok. infobandungbarat

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Para Bakal Calon (Balon) Bupati Bandung Barat mulai bermunculan, walaupun pilkada serentak 2024 untuk Kota/Kabupaten baru akan dilaksanakan pada bulan November mendatang.

Suhu politik berkenaan dengan Pilkada tersebut mulai memanas. Ini terlihat dari Balon (Bakal Calon -red) Bupati yang mulai bermunculan, walaupun belum mendapat partai pengusung.

Balon yang sudah mengantongi ‘tiket’ untuk pilkada, saat ini baru Edi Rusyandi, anggota DPRD Jabar dan juga kader dari Partai Golkar.

Dari para balon bupati KBB ini, ada Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif yang mulai digadang-gadang pendukung. Di berbagai medsos pun dukungan untuk Arsan Latif untuk maju di Pilkada KBB 2024, cukup meriah, meski sampai saat ini Pj Bupati KBB terlihat masih “malu-malu kucing.”

Ada pula Hengki Kurniawan, mantan Bupati KBB yang terang – terangan akan maju di Pilkada KBB dengan persiapan matang, saat ini cukup eksis di medsos dan sering juga turba (turun bawah) menyapa masyarakat di wilayah KBB.

Keberadaan Hengki Kurniawan yang mentasbihkan diri akan turun menjadi Bakal Calon Bupati KBB, sempat viral dengan penurunan balihonya oleh Satpol PP yang Diduga atas perintah Pj Bupati, karena gambar Hengki yang terpasang di Baliho tersebut, memakai pakaian dinas Bupati.

Diantara para bakal calon yang mengemuka karena dukungan masyarakat ataupun Lembaga dan organisasi, Hengki Kurniawan memang memiliki popularitas yang masih tinggi dibanding para kompetitornya di Pilkada KBB. Meski demikian, para kompetitor terus berupaya memperkenalkan diri pada masyarakat untuk meraih peluang bisa maju menjadi Balon Bupati.

Nama-nama baru pun mulai bermunculan menambah riuhnya bursa Bakal Calon Bupati KBB itu. Tidak hanya dari politisi atau tokoh masyarakat dan aparat sipil negara, Bakal Calon Bupati dengan latar belakang aparat keamanan pun mulai digadang-gadang maju pada kontestasi politik 5 tahunan ini.

Diantara yang meramaikan bursa Balon Bupati itu adalah H. Gunawan. Ia seorang abdi negara dari Kepolisian dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), yang digembar-gembor bermodal kuat.

Di bulan Ramadhan tahun ini, di medsos Gunawan sering terlihat muncul pada acara-acara penyampaian santunan pada anak yatim piatu. Ia pun mulai turun ke lapangan, menyambangi masyarakat untuk memperkenalkan diri bahwa ia akan nyalon Bupati KBB.

Satu lagi yang berlatar belakang aparat keamanan, yang akan mencalonkan diri di Pilkada KBB, adalah pensiunan Polri, Kombes. Pol. Nurfallah.

Dari kalangan kader parpol, Ketua PDIP KBB, Ida Widyaningsih oleh sebagian kader PDI KBB juga didorong untuk ikut terjun di pilkada. Sampai saat ini, Ida Widyaningsih sendiri, masih memegang jabatan Wakil Ketua DPRD KBB.

Pilkada KBB 2024 ini diramaikan juga oleh dua mantan Wakil Bupati KBB  seperti Yayat T Soemitra dan Ernawan Natasaputra yang mulai terang-terangan memperkenalkan diri ke publik, dengan memasang baliho dan spanduk di wilayah KBB.
Menurut Divisi Humas Lembaga Studi Masyarakat Bandung Barat, Mentari Kala Senja. Mulai ramainya suasana Pilkada KBB menjadi magnit tersendiri oleh para bakal calon. Belum lagi selesai Pilpres dan Pileg di KBB suasana sudah dihangatkan dengan Pilkada yang akan dilaksanakan pada bulan November.

“KBB memang jadi magnet, karena wilayahnya yang luas, masih banyak potensi alam maupun jasa yang belum tergarap. Itu yang membuat para bakal calon Bupati tertarik, karena yang harus dibangun cukup banyak. Ini satu tantangan. Karena jika bisa menyelesaikan pembangunan dan menyelesaikan masalah di KBB, maka kemungkinan bisa jadi track record untuk langkah politik selanjutnya,” kata Mentari Minggu (17/03)

Ramainya fenomena pencalonan para Balon Bupati ini, kata Mentari, harus dihadapi dengan elok, karena suasana Pilkada KBB saat ini tidak seperti di wilayah lainnya yang sama-sama akan menggelar Pilkada Serentak November mendatang.

“Diharapkan dalam Pilkada KBB yang akan datang melahirkan pemimpin yang Amanah, serta bisa memajukan KBB kedepannya. Kita tahu kan KBB ada Pimpinan terdahulu yang berurusan dengan KPK. Karena masyarakat KBB itu kritis, ini menjadi catatan penting. Jadi siapa pun parpol pengusung dan siapa pun Balon Bupatinya, harus bisa menangkap apa yang diinginkan oleh masyarakat,” kata Mentari.

Mentari juga mengatakan masyarakat KBB menjadi bagian terbesar dari warga Jabar, yang berdasarkan sejumlah penelitian, adalah pemilih yang rasional, sehingga tidak mudah dipengaruhi, melainkan mereka menilai dari apa yang mereka lihat dan dengar.

“Kita tahu kan pelaporan pada Bawaslu saat Pileg kemarin, pelapornya adalah warga. Ini artinya masyarakat KBB punya penilaian tersendiri terhadap perilaku politik para kontestan. Jadi para Balon punya tantangan tersendiri di KBB,” pungkas Mentari. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *