Lembang Park Zoo Masih Menjadi Primdona Kunjungan Wisatawan Hari Libur Imlek

Wisatawan anak anak senang sekali ketika mengunjungi Lembang Park Zoo, karena bisa berinteraktif langsung dengan koleksi hewan dan memberikan makan yang ada dikawasan objek wisata ini. foto/Bandungsatu

 

BANDUNGSATU.COM – Kawasan objek wisata di Lembang , Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat  diserbu wisatawan pada cuti bersama  libur Imlek 2023. Beberapa  objek wisata, hotel, villa dan rumah makan sampai tak bisa menampung kendaraan hingga parkir ke bahu jalan.

Hasil pantauan kawasan objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan antaranya Orchid Forest, Floating Market, Farm House, The Great Asia Africa, Lembang Park and Zoo, Terminal Grafika Cikole Lembang.

Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Minggu (22/1/2023). Terpantau, di Orchid Forest areal parkirnya sudah tak bisa menampung kendaraan milik wisatawan hingga harus diparkir di bahu jalan. Mereka harus rela berjalan kaki untuk sampai ke objek wisata.

Sementara itu di Lembang Park and Zoo, pihak pengelola memanfaatkan zona jerapah untuk parkir kendaraan. Pasalnya, areal parkir seluas 3 hektare sudah tak bisa lagi menampung kendaraan roda dua dan empat.

“Daya tampung areal parkir sekitar 1.000 mobil dan 500 sepeda motor, hitungannya tanpa bus. Tapi karena ramai, akhirnya zona jerapah kita manfaatkan untuk parkir,”
kata Manager Operasional Wisata Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto, Senin 23 Februari 2023.

Diungkapkannya, puncak kunjungan terjadi pada Minggu. Diperkirakan mengalami kenaikan sekitar 80 persen dibandingkan rata-rata weekend. Sebagian besar didominasi wisatawan dari luar Bandung Raya

“Kalau weekend tingkat kunjungan berkisar antara 3.000 sampai 4.000 wisatawan,” ucapnya.

Untuk Sabtu dan Senin, lanjut Iwan, tingkat kunjungan hampir sama dengan weekend. Umumnya wisatawan pada hari terakhir libur Imlek berasal dari lokal Bandung.

“Mengimbangi naiknya kunjungan, kami sudah mengantisipasi dengan menambah 180 karyawan casual (harian) sehingga bila ditotal dengan karyawan tetap lebih dari 300 pegawai,”  katanya.

Karyawan casual ditempatkan dibagian tiket, parkir, kebersihan, hingga menyiapkan makanan untuk hewan.

Ia menyebut, agar sirkulasi keluar masuk kendaraan lancar diberlakukan pintu masuk dan keluar kendaraan yang berbeda.

“Pada hari minggu, akses keluar dan masuk dibuat terpisah. Untuk masuk dari Jalan Kolonel Masturi sedangkan akses keluar ke Jalan Sersan Bajuri. Kebijakan ini kita dari pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *