CIMAHI, BANDUNGSATU.COM – KPU Kota Cimahi mengantisipasi berbagai hal demi lancarnya Pemilu 2024 yang tinggal belasan hari lagi. Yang digaris bawahi antara lain faktor kesehatan KPPS untuk mencegah peristiwa 2019 terjadi dan Antisipasi cuaca ekstrem imbas puncak musim hujan yang diprediksi BMK akan terjadi Februari mendatang.
Hal itu disampaikan Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Penerangan Masyarakat dan SDM Komisi Pemilihan Umum Kota Cimahi Lamedia S.Hut, Jumat (26/01) di sela-sela wawancara di sebuah stasiun TV di Kota Cimahi.
“Seusai dengan PKPU No 8 Tahun 2023 kemudian Pedoman Teknis No. 476 yang merupakan keutusan KPU tahun 2023 kemudian No. 534 Tahun 2023 kemudian ada kebijakan terbarunya 1669, itu jelas ada persayaratan formil sebagai antisipasi bahwa 2018 itu memang banyak kejadian, nah salah satu syarat utamanya adalah sehat jasmani rohani, Kemudian kita batasi umur maksimal 55 tahun,” jelas pria yang akrab disapa Lamed, berbicara soal antisipasi faktor kesehatan yang kemungkinan terjadi di tengah tugas KPPS.
Lamed menjelaskan bahwa pembatasan usia ini sudah memiliki kajian medis dimana usia di bawah 55 tahun dimungkinkan memiliki ketahanan yang lebih baik. Tidak hanya pembatasan usia, KPU Cimahi bahkan mensyaratan catatan medis anggota KPPS untuk memastikan kondisi kesehatan mereka benar-benar baik dan siap menjalani tugas pada waktunya.
“Ada pemeriksaan menyeluruh, baik tensi darah, kolesterol, kadar gula darah. Jadi diterima dalam keadaan sehat,” tegasnya.
Ditanya soal mengantisipasi puncak musim hujan yang oleh BMKG diperkirakan akan jatuh pada Bulan Februari Lamed mengatakan hal tersebut sudah diantisipasi sehingga KPU sendiri sudah memantau lokasi-lokasi rawan dan memberi masukan agar TPS dibangun tidak ditempat yang memiliki kerawanan bila hujan terjadi.
“Memang semua tahapan pada dasarnya kita selalu mitigasi. Terkait pemunguta suara pada Rabu 14 Februari mendatang, baik dalam pengiriman logistik dari Gudang logistic sampai TPS, itu telah direncanakan untuk menggunkan mobil box. Sehingga aman dari berbagai gangguan air,” jelas Lamedia.
“Kemudian terkait penempatan TPS, saat ini kita sedang menginventarisir, beberapa Gedung, rumah atau sekolah yang bisa menjadi TPS. Jadi semua yang berkaitan dengan hal-hal ancaman hujan deras atau banjir di titik tertentu, kita sudah antisipasi sedemikian, karena memang itu akan menjadi kendala jika terjadi hujan deras. Itu akan mempengaruhi jumlah partisipasi pemilih juga,” imbuhnya.
Lamed menambahkan, dengan Analisa tersebut, maka KPU Cimahi mengantisipasi dengan menempatkan TPS di lokasi yang aman. “Dari sekarang kita sudah punya mapping,” ungkap Lamedia.
Lamed menegaskan Kembali bahwa KPU Cimahi sudah memiliki data wilayah rawan bencana dan sudah dilakukan mitigasi untuk mengantisipasi kerawan imbas puncak musim hujan pada Februari mendatang. (*)






