BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung Barat saat ini sedang melakukan pemetaan TPS untuk peyelenggaraan Pilkada November Mendatang. Menurut Ketua KPU KBB, Ripqi Ahmad Sulaeman pemetaan TPS harus dilakukan karena ada perbedaan jumlah antara TPS saat pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.
“Saat ini kami sedang melakukan pemetaan TPS untuk Pilkada 2024, November mendatang. Kami akhirnya harus melakukan pemetaan lagi, TPS itu, karena ada perbedaan jumlah,” kata Ripqi.
“Kalau untuk pemilu itu jumlah di masing-masing TPS maksimal 300 orang. Sementara untuk Pilkada, msing-masing TPS maksimal 600 orang. Maka sudah dipastikan TPS pemilu ke Pilkada ini akan berkurang,” imbuh Ripqi.
Ditanya soal penggunaan bilik suara apakah masih menggunakan yang pernah dipakai di Pilpres dan Pileg lalu, Ripqi mengatakan tentu harus disesuaikan karena dalam Perangkat bilik suara itu ada symbol dan tulisan terkait Pileg dan Pilpres.
“Sepertinya kita ahrus mengganti ya, kan di bilik suara yang lalu ada tulisannya Pemilu 2024,” kata Ripqi.
Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah tahapan sosialisasi saat ini juga tengah disiapkan. Sosialisasi terhadap masyarakat ia pastikan akan dilakukan pada bulan Juli sampai September mendatang.
“Untuk sosialisasi yang melibatkan komponen masyarakat, Insya Allah akan kami siapkan pada bulan Juli, Agustus, September,” jelas Rifky.
Ia menjelaskan, sosialiasai itu dilakukan setelah lauching Pilkada 2024 dilakukan. Launching sendiri, menurut Ripqi, akan digelar pada 5 Juni mendatang di Kecamatan Batujajar.
“Jangan lupa hadir. Kepada masyarakat Bandung Barat, kita akan melaksanakan peluncuran, pemilihan atau Pilkada tahun 2024 di Kabupaten Bandung Barat, yang akan dilaksanakan 5 Juni di Batujajar. Kita akan menghadirkan Doel Soembang,” ungkap Rifky.
Ia juga mengatakan bahwa pendaftaran untuk Calon Bupati yang akan mengikuti Pilkada, ke KPU akan dibuka pada 27 Agustus sampai 23 September 2024. (*)






