BANDUNGSATU.COM- Pada tahun 2015 lalu, rumah Anisah (62) dan Susilawati (61) warga Kampung Kerangsetra RT 01, RW 20, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat ambruk dan rumah yang satunya lagi tidak layak huni dengan akan ambruk dan bocor bila hujan. Sejak saat itu ia hidup tidak tenang dan berharap ada uluran tangan untuk perbaikan rumahnya, karena ia memang warga yang tidak mampu,
Anisah hidup seorang diri, sejak sang suami meninggal dunia, bertahan hidup dengan mengumpulkan kayu bakar untuk dijual demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pun terpaksa menumpang tinggal di rumah anaknya karena rumah miliknya tak lagi bisa dihuni, sejak rubuh.
Sebelum suaminya meninggal dunia, keluarga sebenarnya sempat berniat membangun kembali rumah tersebut. Beberapa material bangunan bahkan sudah dibeli. Namun, rencana itu terhenti setelah suaminya meninggal dunia. Sejak saat itu, bangunan yang telah roboh dibiarkan tanpa kepastian.
“Sudah berkali-kali rumah ambruk ini difoto dan diajukan permohonannya, tapi sampai hari ini tak kunjung ada wujudnya,” kata Anisah, Rabu (15/07) dengan terbata-bata. Raut wajahnya menyiratkan rasa sedih saat bercerita soal kondisinya.
Anisah sebenarnya bukan satu-satunya warga di Kampung Karangsetra Desa Kertamukti, yang rumahnya ambruk. Ada rumah plapon dan temboknya akan ambruk.
Ketua RW. 20 Kampung Karangsetra, Desa Kertamukti, Cipatat, Agus Sopyan mengungkapkan, pemerintah daerah perlu menjadikan pengentasan Rutilahu sebagai program prioritas karena menyangkut keselamatan dan hak dasar masyarakat.
Agus pun mendesak Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama DPRD untuk segera memperkuat komitmen politik melalui penambahan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu).
Komunitas Sosial Bagong Mogok Bandung Raya tergerak untuk memberikan bantuan perbaikan rumah sesuai dengan urgensi para warga. Dengan bantuan tersebut kedua warga di Kampung Karangsetra Desa Kertamukti, mulai bernafas lega karena rumah tidak layak huni di kampung tersebut diperbaiki sehingga penghuninya bisa tinggal dengan tenang.
Atas bantuan Komunitas Sosial Bagong Mogok, Ketua RW 20 Kampung Karangsetra Desa Kertamukti, Cipatat, Agus Sopyan, mengucapkan terima kasihnya karena warganya sangat terbantu.
“Saya atas nama pribadi keluarga dan pemerintahan sendepat RW 20 Kampung Karangsetra Desa Kertamakuti Kecamatan Cipatat mengucapkan banyak-banyak terima kasih, khususnya kepada komunitas Sosial Bagong Mogok yang mana telah peduli kepada warga kami dengan membantu untuk merenovasi rumah yang roboh atas nama Ibu Anisa dan rumah yang tidak layak huni atas nama Ibu Susilawati,” kata Agus Sofyan , Rabu (15/07).
Agus berharap agar Komunitas Sosial Bagong Mogok, bisa terus terasa keberadaannya di tengah masyarakat dan terus maju dan anggota Komunitas Sosial Bagong Mogok diberikan kesehatan agar terus bisa berbuat baik pada warga.
“Oleh karena itu saya pribadi dan semua rengan-rengan kepengurusan RW20 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya semoga Komunitas Sosial Bagong Mogok kedepannya lebih sukses dan semoga kebaikan dari komunitas Bagong Munggok dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang sebaik-baiknya,”’ pungkas Agus Sofyan.
Rombongan Komunitas Sosial Bagong Mogok yang meninjau ke lapangan melihat rumah yang akan dibangun dan direhab milik Anisa dan Susilawati.
Rombongan yang hadir diantaranya Dewan Pengawas Komunitas Sosial Bagong Mogok, Kandar Karnawan, Ketua KBB, Asep Dendih dan Ketua Cimahi, Ganten Sonny Ginanjar dan para anggota. Pembangunan rutilahu rencana mulai dibangun besok Kamis, (16/07). (*)






