Kolaborasi dengan MSU Malaysia, FK Unjani Beri Edukasi Kebencanaan Warga Cikole

Pemerintah Desa Cikole, Kecamatan Lembang, KBB, bersama FK Unjani Cimahi dan Medical Faculty of MSU Malaysia menggelar edukasi kebencanaan kepada masyarakat sebagai antisipasi sebelum bencana terjadi. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,BANDUNGSATU.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani kolaborasi dengan Medical Faculty of Management and Science University (MSU) Malaysia.

Kedua perguruan tinggi ini menggelar pengabdian masyarakat (Pengmas) di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (3/9/2025).

Pengmas ini bertajuk “Edukasi Pemahaman Kebencanaan serta Peningkatan Kapasitas dalam Pertolongan Pertama dan Bantuan Hidup Dasar Kader Desa Cikole”.

Kegiatan diikuti oleh 45 mahasiswa FK Unjani, 14 mahasiswa Medical Faculty of MSU Malaysia serta kurang lebih 60 kader perwakilan Desa Cikole.

Terlibat dalam pengmas ini juga dari civitas akademika FK Unjani lainnya, yakni dosen dan tenaga kependidikan. Selain itu kegiatan ini melibatkan unsur pemerintahan.

Hal ini sebagai salah satu implementasi kerjasama antara pemerintah daerah dengan perguruan tinggi sebagai wujud relasi segitiga emas.

Kepala Desa Cikole Tajudin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi FK Unjani dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan warga Desa Cikole.

“Kami menyambut baik rencana penetapan Desa Cikole sebagai Desa Binaan FK Unjani di masa mendatang,” tuturnya.

Sementara itu perwakilan pimpinan FK Unjani, Dr. dr. Bagus Tjahjono, MPH, selaku Kepala Departemen Manajemen Bencana FK Unjani sekaligus widyaiswara Pusdiklat BNPB, turut membuka kegiatan.

“Penting untuk meningkatan kapasitas masyarakat serta perlunya pelatihan yang dilakukan sebelum bencana terjadi,” kata Bagus Tjahjono dalam paparannya.

Rangkaian kegiatan diawali dan diakhiri dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman kader terhadap potensi bencana di Desa Cikole.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi tentang kondisi kebencanaan dan sistem peringatan dini yang disampaikan oleh Dr. dr. Bagus Tjahjono, MPH.

Selain itu, kader juga dibekali dengan pelatihan pertolongan pertama dan bantuan hidup dasar (BHD) melalui pemaparan materi oleh dr. Glen Glady Prakasa, M.M.B., serta praktik langsung yang difasilitasi oleh mahasiswa FK Unjani dan MSU Malaysia.

Salah satu kader peserta, Ibu Siti menyampaikan tanggapan positifnya.  Kegiatan ini sangat bermanfaat sehingga warga menjadi lebih paham tentang bahaya bencana di desa dan tahu cara menolong dengan benar.

“Semoga pelatihan ini bisa berlanjut dan semakin banyak warga yang ikut belajar,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, sesuai dengan visi dan misi FK Unjani Cimahi menegaskan komitmennya dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat.

Khususnya di daerah rawan bencana, melalui edukasi berkelanjutan, kolaborasi lintas negara, dan pendampingan desa binaan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *