BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Informasi terkait keinginan Mantan Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan, agar Pj Bupati KBB, Arsan Latief bisa melanjutkan program-program yang digulirkan Hengki mengundang keprihatinan Ketua KNPi KBB, Iip Syarifudin.
Iip mengenal bahwa Pj Bupati Bandung Barat sangat idelalis, sehingga kemungkinannya sangat kecil bisa memenuhi harapan tersebut.
“Membaca berita tersebut rasanya saya teriris hati dengan kondisi KBB saat ini. Bagaimana tidak? Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif pernah dan sering menyuarakan bahwa untuk kebutuhan masyarakat saya siap pasang badan,” kata Iip.
Iip mengatakan Pernyataan Pj Bupati KBB saat ini tengah diuji, karena Arsan Latif saat ini memiliki kebijakan yang berbeda dengan mantan Bupati KBB, Hengki Kurniawan. Arsan bahkan menghapus sejumlah program Hengki.
“Di kalangan terbatas telah beredar kabar bahwa salah satu kebijakan Pj Bupati Bandung Barat adalah menghilangkan seluruh bantuan masyarakat dan kelompok masyarakat berupa hibah tahun 2023, dan saya menduga akan berlaku juga di tahun 2024,” ungkap Iip.
“Jika desas-desus ini benar, maka pertanyaannya, masyarakat siapa yang dimaksud Pj Bupati hingga mau pasang badan itu? Bagaimana sikap DPRD tentang kebijakan tersebut? Apa yang harus dilakukan untuk mensikapinya?” imbuh Iip, Selasa (14/11)
Iip menjelaskan, layaknya Kabupaten lain, Bandung Barat setiap tahun pasti mengalokasikan anggaran untuk hibah bagi yang telah memenuhi persyaratan. Perseorangan, kelompok masyarakat, organisasi/lembaga termasuk sekolah, yayasan, masjid, pesantren dan lainnya, adalah bagian masyarakat yang bisa menerima hibah dimaksud.
Menurutnya, tentu leading sektor yang mengurusi hal itu tersebar diberbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Bagian Kesra, Kesbang, Dispora, UMKM, Dinsos dan OPD lain terutama yang terkait layanan langsung kepada masyarakat.
“Beberapa waktu lalu saat Hengky Kurniawan menjabat Bupati bahkan sudah ada beberapa lembaga (masjid dan pesantren) yang secara simbolis menerima bantuan tersebut. Apakah lembaga ini pun mengalami hal yang sama (penghapusan)?. Jika benar, miris sekali nasib bangsa ini,” ungkap Iip.
“Sebagai generasi muda dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat KBB itu sendiri, saya merasa terpanggil untuk bisa menghimpun data dan informasi terkait hal ini,” tukas Iip.
Melihat situasi ini, DPD KNPI, kata Iip akan membuka layanan aduan. Aduan dibuka bagi kelompok masyarakat, masjid, pesantren dan lembaga lain yang telah merasa ditetapkan sebagai penerima hibah di APBD Kabupaten Bandung Barat tahun 2023.
“Silakan datang dengan membawa data-datanya ke Sekretariat KNPI Kabupaten Bandung Barat,” pungkas Iip.
Seperti diberitakan sebelumnya mantan Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan mengharapkan program yang telah digulirkan selama menjabat (Bupati) dapat terealisasikan.
Ia mengatakan, tidak sedikit sejumlah program berupa bantuan yang langsung diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat telah diluncurkan.
“Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Pj Bupati Bandung Barat (Arisan Latif) program di masa kepemimpinan saya dapat terealisasikan terutama hibah yang secara simbolis telah disalurkan,” kata Hengki, ketika dihubungi Selasa (13/11/2023).
Hengki menambahkan, program tersebut mayoritas telah diberikan secara simbolis kepada masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, diharapkan program tersebut dapat segera terealisasikan di akhir tahun 2023 ini.(*)






