Ketua PWRI KBB Megahari, Meminta Bupati Agar Berhati-Hati Jangan Salah Milih Kadis Hasil Open Bidding

Bupati Bandung Barat, hengki Kurniawan. Foto/BANDUNGSATU.COM

BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan sudah hampir mendekati akhir masa jabatan, sebaiknya segera melalukan pelantikan hasil open bidding tiga besar yang telah dilakukan oleh tim panitia seleksi untuk eselon 2, untuk 4 kepala dinas kosong karena pejabat yang dulu sudah pensiun diantaranya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta rotasi mutasi agar tidak ada kekosongan jabatan. Belum lagi, saat ini memasuki tahun politik dimana, ada berapa camat sebagai kepala wilayah yang kosong karena sudah pensiun , tentu dibutuhkan ketika pelaksanaan pemilu. Ditambah Hengki saat ini sebagai Bupati Bandung Barat jabatannya akan berakhir 20 September 2023, diharapkan bupati tidak boleh ragu melantik kepala dinas hasil open bidding dan rotasi mutasi. Dalam pelantikan kepala dinas dan rotasi mutasi, Bupati Hengki Kurniawan agar berhati hati dalam memilih pejabat yang akan mengisi jabatan kepala dinas hasil seleksi terbuka hasil open bidding.

Menurut Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Bandung Barat Megahari Pujiharto mengingatkan kepada Bupati Hengki Kurniawan agar hati-hati dalam memilih pejabat yang akan mengisi jabatan kepala dinas hasil seleksi terbuka (Selter) atau open bidding.

“Pengisian jabatan kosong eselon 2 hasil open bidding ini, menjadi yang terakhir bagi Bupati Hengki Kurniawan. Jadi saya minta kepada Bupati agar lebih berhati-hati, jangan sampai salah memilih. Karena bagaimana pun juga, pejabat yang dipilih itu nantinya akan membantu Pj Bupati dalam menjalankan roda pemerintahan, ke depan,” ujar Megahari, Kamis (3/8).
Megahari, pun meminta bupati untuk melihat track record dari masing-masing calon kepala dinas. Selain itu, seorang calon kepala dinas harus memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerjanya, jangan sampai terjadi ketidak harmonisan antara atasan dan bawahannya serta terjadi penolakan kepala dinasnya ketika ditempatkan oleh stafnya.

“Selain track recordnya harus baik, bupati juga harus memperhatikan kondisi lingkungan kerjanya. Dukungan dari internal sangat diperlukan. Jangan sampai ketika memimpin tidak bisa kompak dengan para bawahannya, hingga menjadi ganjalan dalam melakukan program kerja yang sudah disusun,” kata Megahari.

Menurutnya, dengan menempatkan seorang pejabat yang profesional, yang memilik kapabilitas maka Bupati Hengki Kurniawan telah memberikan kesan bagus. Jangan malah salah memilih sehingga menjadi bom waktu.

“Tentunya tiga nama dari masing-masing empat jabatan kepala dinas adalah orang-orang yang layak dan pantas menduduki jabatan tersebut. Dan bupati memiliki hak prerogatif untuk memilih satu nama. Pada akhirnya memang semua ada di tangan bupati, kami hanya sekadar memberi masukan,” ungkapnya.

Diketahui, panitia seleksi (pansel) sudah merekomendasikan 14 nama ke Bupati Hengki Kurniawan untuk 4 jabatan. Untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup adalah Ibrahim Aji, Idad Saadudin, dan Wiwin Aprianti.

Untuk jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah Anni Roslianti, Bambang Eko Setyowahjudi, dan Yoga Rukma Gandara. Tiga nama untuk jabatan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa adalah Dudi Supriadi, Rina Marlina, dan Yudi Purbosari.

Sementara untuk jabatan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap adalah Agung Hartadi, AM. Hikmat, dan Tony Prihantoro.

Sebelumnya, Bupati Hengki Kurniawan memastikan pelantikan 4 pejabat hasil open bidding akan dilaksanakan Agustus 2023. Seluruh nama dari pansel sudah diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Tiga besar sudah kami serahkan ke KASN. Jadi bukan satu nama tapi tiga nama, baru setelah turun rekomendasi dari KASN akan saya pilih satu nama,” tandasnya. (*)

Secara berseloroh Hengki mengatakan, bahwa satu nama pejabat yang akan dilantik bisa saja dipilihnya hanya satu jam sebelum pelantikan.

“Tim pansel yang merekomendasikan tiga besar sudah bekerja profesional. Kredibilitas mereka (tim pansel) sudah tidak perlu diragukan. Tapi kita ingin (pejabat) yang terbaik dari yang terbaik,” tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *