BANDUNGSATU.COM – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) H. Muhammad Mahdi, S.P menegaskan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 yang mencapai total Rp3,4 triliun. Dari total anggaran tersebut, untuk belanja pegawai tercatat sekitar Rp1,4 triliun. Sementara total belanja keseluruhan diperkirakan berada di kisaran Rp2,1 hingga Rp2,4 triliun. Ketua DPRD KBB menyebut perubahan APBD tahun ini tidak terlalu signifikan.
DPRD Kabupaten Bandung Barat selalu mendorong agar PAD terus meningkat. Seperti yang saya sampaikan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Presiden sudah memberi peringatan agar daerah tidak bergantung pada dana transfer,” ujarnya saat ditemui usai Rapat Paripurna APBD Perubahan tahun 2025 di Gedung DPRD KBB, Jumat (15/08).
Mahdi pun, menambahkan bahwa Kepala Daerah memberikan peringatan serupa terkait ketergantungan terhadap pajak tertentu.
“Kita diajak untuk mandiri. Meningkatkan PAD itu kuncinya,” tambahnya.
Menurut Muhammad Mahdi, target PAD sebesar Rp6 triliun menjadi syarat mutlak jika KBB ingin menjadi kabupaten atau kota mandiri.
“Kalau sudah Rp6 triliun, artinya kita bisa membiayai semua kebutuhan sendiri tanpa mengandalkan transfer pusat. Itu yang utama,” jelasnya.
Ketua DPRD KBB juga mengibaratkan sinergi pemerintah daerah seperti permainan sepak bola.
“Kalau tidak ada kerja sama, semua main sendiri mau cetak gol, tidak akan berhasil. Harus sesuai tupoksi masing-masing. Penjaga gawang ya menjaga gawang, bukan malah mau mencetak gol,” tegasnya.
“Dengan dorongan ini, DPRD KBB berharap APBD Perubahan 2025 menjadi momentum memperkuat kemandirian fiskal daerah demi pembangunan yang berkelanjutan,” tandasnya. (*)






