BANDUNGSATU.COM – Pj Bupati Bandung Barat, Ade Zakir dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) KBB akan dipanggil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Jawa Barat, Muhammad Mahdi, terkait pelaksanaan seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi lima jabatan eselon 2 di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
Pemanggilan oleh DPRD Kabupaten Bandung Barat tersbut karena Komisi 1 tidak mengetahui adanya pelaksanaan open bidding untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk lima jabatan eselon 2 di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
“Dari awal kami baik Pemkab maupun dewan itu sudah sepakat di dewan harus ada perbaikan-perbaikan birokrasi. Tidak boleh persoalan open bidding seperti sebelumnya terjadi lagi. Namun tanpa sepengetahuan DPRD KBB, pihak Pemkab Bandung Barat tiba-tiba melaksanakan open bidding. Padahal, sudah sepakat,” kata Ketua DPRD KBB, Muhammad Mahdi, Jumat, (20/12).
“Ini enggak beres kalau gini, ini gimana. Kan kemarin sudah sepakat ingin ada perbaikan dan perubahan di pemerintahan,” imbuhnya.
Mahdi mengatakan kondsisi saat ini sama sekali tidak ada bedanya dengan sebelumnya. Ia bertanya-tanya apakah Pemda memang ingin kembali ada OPD yang berstatus quo.
“Kan enggak mungkin, kita juga enggak semena-mena. Sebenarnya yang terpenting itu kan komunikasi, kalau sudah ada komunikasi kan enak,” tuturnya.
Diakui Mahdi saat memenuhi pemanggilan nanti, pihaknya akan mempertanyakan pelaksanaan open bidding yang terkesan tergesa-gesa.
“Jadi harus ada komunikasi dengan kami dan rencananya usai kunjungan kerja (kunker) kami akan segera panggil mereka,” ujarnya.
“Kita agendakan di tanggal 27 atau 30 Desember 2024,” tambah Mahdi.
Mahdi sekali lagi menekankan bahwa DPRD KBB belum mendapatkan informasi apapun dari pemda dalam hal ini panitia seleksi (pansel) JPTP atau open bidding tersebut.
“Jangankan saya, ketua Komisi 1 juga dibuat kaget dengan adanya pelaksanaan open bidding itu,” ungkapnya.
“Keterbukaan itu terjadi kalau ada komunikasi. Sebab, kalau komunikasi berjalan tidak persoalan buat kami karena kami juga enggak punya kepentingan,” imbuh Mahdi.
Prinsip utamanya, tegas Mahdi, pihaknya ingin melakukan perbaikan jangan sampai catatan buruk soal open bidding di tahun sebelumnya terjadi lagi.
“Kan semua sudah sepakat, Pj Bupati dan lainnya ingin ada perbaikan dan itu harus kita mulai dari sekarang,” katanya.
“Nanti kita hanya ingin membuat komitmen perbaikan. Tapi kalau pemda masih suka macam-macam kita langsung buat Pansus aja,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pelaksanaan open bidding atau Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat kembali menjadi sorotan sejumlah pihak.
Salah satunya Komisi 1 DPRD Kabupaten Bandung Barat yang mempertanyakan proses atau mekanisme yang dilakukan panitia seleksi atau pansel open bidding lantaran tidak ada pemberitahuan kepada pihaknya.
“Beliau (Ketua DPRD KBB) sudah setuju akan memanggil Pj Bupati Bandung Barat dan BKPSDM berkenaan dengan persoalan open bidding yang pelaksanaan tesnya sudah rampung dilakukan,” kata Ketua Komisi 1 DPRD KBB, Sandi Supyandi.
Sandi juga menjelaskan bahwa Ketua DPRD yang juga kapasitasnya sebagai Koordinator Komisi 1 juga akan segera melayangkan surat kepada kedua belah pihak tersebut.
“Pak ketua juga sudah setuju untuk melakukan pemanggilan pak Pj Bupati dan BKPSDM untuk mempertanyakan proses pelaksaan open bidding tersebut,” kata Sandi.
Menurutnya, banyak hal yang membuat Komisi I ingin mengetahui proses open bidding. Mulai dari pertanyaan mengapa pengisian jabatan tidak menggunakan sistem merit atau meritroksi, tapi justru dengan open bidding.
Tak cuma itu, Komisi I juga akan mempertanyakan dan meminta surat izin Mendagri untuk pengisian jabatan bagi eselon 2 tersebut.
“Informasinya sudah ada izin dari Kemendagri, tapi kan kami belum melihat bentuk fisiknya. Terlepas dari itu, kami menyadari bahwa open bidding memang kewenangan penuh eksekutif tapi seyogyanya dewan juga mengetahui,” tegasnya.
“Jangan sampai nanti muncul masalah, barulah kami tahu. Sementara prosesnya, kami sama sekali tidak diberitahu,” ucapnya.
Sandi menilai, Pemda Bandung Barat dan Pansel JPTP terkesan tertutup dan tidak memberikan informasi yang jelas kepada DPRD khususnya Komisi I yang membidangi pemerintahan umum dan kepegawaian.
Sebenarnya, sambung Sandi, lima dinas yang tidak memiliki pucuk pimpinan definitif mampu menjalankan tupoksinya dengan baik.
“Sekarang kan, kelima dinas itu dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Alhamdulilah kami lihat roda organisasinya berjalan baik,” katanya.
“Justru muncul tanggapan bahwa pelaksanaan open bidding di akhir tahun ini terkesan tergesa-gesa. Padahal enggak terlalu urgen untuk dijabat kepala dinas definitif,” sambungnya.
Sandi menegaskan Komisi 1 DPRD KBB bukan ingin mencari kesalahan. Sebaliknya, pihaknya justru menginginkan pemerintahan di Bandung Barat yang lebih baik.
“Tinggal bersabar, kita tidak ingin buat gaduh yang terpenting komunikasi yang baik agar bisa menghasilkan hubungan yang baik,” ujarnya.(*)






