BANDUNGSATU.COM – Sebanyak 31 kasus positif influenza A telah terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Kasus tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan swab (usap).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dr. Lia Nurliana Sukandar, Selasa (29/09)
“Sampai tanggal 28 September 2028 yang terinfeksi influenza A ada 31 orang. Itu hasil dari laboratorium RSCK (Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan),” kata Lia.
Influenza A merupakan virus yang menginfeksi saluran pernapasan dan dapat menular melalui percikan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui tangan atau benda yang terkontaminasi. Virus ini dapat bermutasi dan menyebabkan penyakit dengan gejala ringan hingga berat.
Lia meminta masyarakat tidak panik meski Influenza A lebih mudah menular dibandingkan flu biasa. Namun demikian, warga juga diminta tetap harus waspada, terutama yang memiliki penyakit penyerta.
“Penularannya itu biasanya lewat droplet dari batuk atau bersin, kontak langsung dengan tangan yang terkonfirmasi positif dan permukaan benda yang terkontaminasi virus,” jelas Lia.
Gejala yang muncul antara lain demam atau meriang batuk, pilek, atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan dan kepal, nyeri otot atau badan pegal, lemas atau mudah lelah, hingga mual, muntah, atau diare. Mengantiipasi makin merebaknya virus ini, Dinkes KBB memastikan seluruh fasilitas kesehatan dari mulai Puskesmas dan rumah sakit sudah siap melayani pasien dan tidak membedakan pelayanan umum maupun BPJS Kesehatan.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika gejala tidak membaik dalam 2-3 hari atau semakin berat. Terutama pada bayi, lansia, ibu hamil dan penderita penyakit kronis,” ujar Lia.
Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pencegahan juga bisa dilakukan mulai rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker saat sakit dan di tempat ramai, menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat serta vaksin influenza terutama pada lansia, ibu hamil, anak-anak dan kelompok berisiko.
“Jadi, mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap Influenza A. Tetap jaga pola hidup bersih bersih dan sehat, jaga kesehatan diri, segera datangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan,” kata Lia.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat melaporkan 65 kasus positif influenza A atau yang dikenal sebagai flu babi (H1N1) terdeteksi di 27 kabupaten dan kota. Setengah kasusnya berasal dari Kota Bandung.
“Tertinggi di Bandung 35 kasus, (sisanya) di beberapa kota dan kabupaten,” ucap Kepala Dinkes Provinsi Jabar Vini Adiani Dewi saat, Selasa (29/09).
Ia mengatakan data tersebut diperoleh dari rumah sakit yang menangani kasus influenza. Vini menyebut bagi masyarakat yang terkena influenza atau sesak untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan.
“Kalau ada yang sesak dan gejalanya bertambah berat silahkan berobat ke rumah sakit,” kata Vini.
Vini mengatakan masyarakat yang hendak bepergian beraktivitas untuk menggunakan masker mengantisipasi terkena flu. Ia pun mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan terjadinya kenaikan kasus tersebut.
“Jangan khawatir, jangan panik berlebihan,” jelas Vini.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Tapi, Kemenkes menyatakan situasi belum mengkhawatirkan. Kemenkes merujuk hasil surveilans hingga pekan ke-38 tahun 2026.
Dari data itu kondisi peningkatan influenza tersebut masih berada dalam rentang medium. “Memang ada kenaikan kasus influenza, khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara. Tetapi berdasarkan data surveilans yang kita miliki, kondisinya masih dalam rentang medium,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di Jakarta pada Selasa (29/09).
Data pun menunjukan, di Indonesia, hasil surveilans sentinel menunjukkan positivity rate influenza sebesar 56 persen pada pekan ke-38. Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium). Sedangkan pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah. (*)






