BANDUNG BARAT, BANDUNGSATU.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ajak generasi Z (Gen-Z) serap informasi soal Pemilu dengan memahaminya secara komprehensif.
Disamping tahu info soal Pemilu, Gen-Z diminta untuk bisa memerangi hoaks, yang memberikan info bohong soal Pemilu.
Hal tersebut disampaikan Kadiv Sosialisasi dan Parmas KPU KBB, Deni Firman Rosadi di sela-sela Jambore OSIS KBB yang diselenggarakan di SMAN 1 Cisarua, KBB, Sabtu (25/11).
“Gen-Z ini, generasi unggul. Mereka tumbuh dan berkembang di era keterbukaan informasi dan kemudahan mengakses berbagai informasi secara global. Pada Pemilu 2024, suara mereka akan sangat menentukan iklim demokrasi di Indonesia kini dan di masa mendatang,” ujar Deni.
Deni menambahkan, Gen-Z adalah generasi unggul. Ia yakin “Indonesia Emas” bisa terlaksana dan bukan lagi sebatas cita-cita.
“Partisipasi memilih atau tidak golput akan menjadi tonggak kelanjutan bangsa ini. Dan mereka Generasi Z saya yakin akan berperan dalam Pemilu ini,” ungkap anggota KPU KBB asal Kecamatan Gununghalu ini.
Gen-Z adalah generasi yang lahir pada 1997-2012. Saat ini Gen Z di Indonesia umumnya sedang menempuh pendidikan tinggi, pendididikan menengah setara SMA/SMK dan pendidikan SMP. Generasi ini lahir dalam era digital yang sudah mapan. Mereka tumbuh dengan smart phone dan hampir tiap hari bersentuhan dengan medsos.
Oleh karenanya mereka harus terliterasi dengan baik, agar bisa ikut mengedukasi orang dalam circle-nya mana info yang bisa dipercaya dan mana info yang bertendensi hoaks.
Tercatat, jumlah pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 di KBB adalah sebanyak 1.317.866 pemilih. Sebanyak 24,06 persen atau setara dengan 317.091 orang pemilih adalah Gen-Z.
Sedangkan jumlah pemilih yang berasal dari generasi milenial adalah sebanyak 441.446 setara dengan 33,50 persen dari total pemilih di KBB.
Selain berpartisipasi untuk menyalurkan hak pilih, KPU KBB juga berharap agar Gen-Z mampu menjadi penyelenggara Pemilu di tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
“Tidak sedikit Generasi Z yang saat ini telah menjadi panitia adhoc Pemilu. Baik menjadi PPK di Kecamatan maupun menjadi PPS di setiap Desa. Untuk menjadi KPPS di Tempat Pemungutan Suara pun generasi ini sangat kami harapkan untuk berperan aktif,” pungkas Deni. (*)






