BANDUNGSATU.COM – Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian alam, relawan Aktivis Anak Bangsa menggelar aksi penanaman pohon di kawasan Ciburial, Kabupaten Bandung dan wilayah Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (03/05).
Langkah konservasi ini diambil guna merespons laju pembangunan komersial yang kian masif di wilayah Bandung Utara.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, yang turut bersinergi dengan menyediakan bibit, serta serta melakukan pendampingan teknis di lapangan.
Aksi penanaman pohon ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap terhadap kondisi ekosistem di Kabupaten Bandung wilayah Utara.
Saat ini, kawasan tersebut mengalami tekanan lingkungan yang berat akibat menjamurnya proyek pembangunan baru oleh berbagai perusahaan swasta.
Dalam kesempatan tersebut, Aktivis Anak Bangsa juga memberikan catatan kritis kepada pemerintah daerah terkait pengawasan aktivitas usaha di wilayah konservasi tersebut.
“Kami mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap para pengusaha yang melakukan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung wilayah Utara. Pemerintah harus memastikan seluruh prosedur perizinan ditempuh dengan benar. Jika ditemukan pengusaha yang tidak patuh atau melanggar perizinan, harus ada tindakan tegas tanpa pandang bulu. Ketidakteraturan ini bukan hanya merusak alam, tetapi juga menyebabkan hilangnya potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk pembangunan masyarakat,” tegas koordinator umum Aktivis Anak Bangsa, Adhie Wahyudi
Adhie mengatakan melalui aksi ini, Aktivis Anak Bangsa menyampaikan imbauan keras agar Pemerintah memperketat pengawasan dan perizinan pembangunan di kawasan resapan air.
Aktivis Anak Bangsa juga meminta pengusaha agar mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tidak sekadar mengejar profit semata.
“Kami minta masyarakat untuk ikut serta mengawasi dan menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka,” tegas Adhie.
“Lingkungan adalah warisan untuk anak cucu, bukan komoditas yang bisa dieksploitasi tanpa batas. Kami mengetuk hati seluruh elemen masyarakat, pengusaha, hingga pemerintah untuk berdiri bersama melindungi ekosistem Bandung Utara,” imbuhnya.
Aktivis Anak Bangsa berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pohon yang telah ditanam dan akan melanjutkan aksi serupa di titik-titik kritis lainnya di wilayah Jawa Barat. (*)






