Jadi Calon Kandidat PNS Berprestasi, Yunita Terapkan Keseimbangan Hidup

Foto/Istimewa
Foto/Istimewa

BANDUNGSATU.COM – Yunita Nur Fadilla, S.Psi, MIP, menjadi calon kandidat PNS berprestasi, untuk kategori Inovasi KBB. Menurut perempuan yang menjabat sebagai Kepala Bidang Promosi dan Kinerja BKPSDM Kabupaten Bandung Barat bidang pekerjaannya saat ini telah menjadi leading sektor selama 13 tahun

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini saya sudah mengabdi di Kabupaten Bandung Barat kurang lebih selama 13 tahun. Terkait dengan bidang pekerjaan yang menjadi leading sektor saya selama 13 tahun itu, adalah terkait dengan urusan kepegawaian sehingga erat kaitannya dengan manajemen ASN, lalu dengan sistem merit,” kata Yunita dalam unggahan di Youtube yang diakses Bandungsatu.com Selasa (16/07).

Ia mengatakan sistem merit adalah inovasi yang sedang menjadi isu strategis. Tidak hanya dibahas di Pemerintah Pusat saja, namun juga menjadi topik sampai di tingkat Pemerintah Daerah.

“Jika berbicara dengan sistem merit, bahwa pada saat ini implementasi
sistem merit itu sedang menjadi isu strategis dari Pemerintah Pusat sampai
dengan Pemerintah Daerah. Memang untuk implementasi sistem merit bukan baru berlaku saat ini saja, tetapi dari tahun ke tahun Kabupaten Bandung Barat terus melakukan perbaikan-perbaikan untuk peningkatan dari nilai sistem merit,” imbuh Yunita.

Yunita menjelaskan bidang kerjanya adalah memonitoring talenta ASN sehingga soal prestasi dan rewardanya dengan monitoring menggunakan sistem merit bisa diputusakan secara faktual oleh BKPSDM.

“Berdasarkan dengan kondisi lingkungan yang ada lalu fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan, lalu juga instruksi serta support dari pimpinan dan juga untuk mempermudah atau juga untuk memfasilitasi tugas dan fungsi BKPSDM, khususnya di Bidang Mutasi Promosi dan Kinerja akhirnya diperlukanlah sebuah konsep ataupun grand desain terkait dengan smart talent yaitu sistem monitoring aparatur real time talenta. Jadi nanti berisikan sebuah profil dari talenta pegawai untuk nantinya diolah ke dalam talentful untuk mengambil keputusan di manajemen,” ujarnya.

Ia juga mengatakan sistem ini akan berhasil menguak talenta tersembunyi para ASN, sehingga dapat dengan mudah diketahui potensi kinerjanya sehingga suksesi bagi para ASN itu bisa dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang mensyaratkan pemantauan potensi dan kinerja.

 

“ Dengan adanya sistem informasi manajemen talenta, jika nanti sudah terbangun, kita bisa menemukan hidden gem para ASN yang bertalenta yang mungkin selama ini tidak muncul ke permukaan, tetapi jika kita sudah memiliki talenta full ASN, dengan potensi dan juga kinerja yang baik, nanti bisa kita temukan dengan mudah. Itu adalah rencana suksesi yang sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Yunita menambahkan meski sebagai ASN, sangat harus bekerja dengan serius dengan sesuai dengan target kerja, namun tetap harus bisa menyeimbangkan dengan membagi waktu untuk hobi dan apa yang digemari agar juga bisa hidup dengan seimbang.

“Penting rasanya bagi kita, seorang ASN itu melakukan keseimbangan work life balance behavior. Kita tidak harus selalu bekerja dengan penuh waktu tetapi kita pun harus secara balance, mengisi waktu kita dengan hal-hal yang kita senangi. Nah itu dapat membantu menaikkan mood booster seorang ASN sehingga lebih termotivasi jika punya hobi ataupun jika punya kesukaan, nah itu juga bisa merupakan salah satu bentuk dari work life behavior,” ungkap Yunita. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *